sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Update banjir bandang NTT: 181 meninggal dan 49.512 mengungsi

Wagub Josef Nae Soi menyatakan, sudah tidak ada daerah terdampak bencana di NTT akibat siklon tropis Seroja yang terisolasi.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Rabu, 14 Apr 2021 18:11 WIB
<i>Update</i> banjir bandang NTT: 181 meninggal dan 49.512 mengungsi

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, jumlah korban meninggal akibat banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 181 orang, 250 luka-luka, dan 49.512 masih mengungsi hingga Rabu (14/4), pukul 17.00 WIB. Sementara itu, kerugian materiel yang terdata meliputi, 17.124 rumah rusak berat, 13.652 rusak sedang, 35.733 rusak ringan, serta 4.351 fasilitas umum rusak.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, menyebut, sudah tidak ada lagi daerah yang terisolasi. Seluruh daerah terdampak pun telah dikunjungi tim penanganan bencana.

Ia pun mengaku saat ini sedang berada di desa-desa terpencil di Kabupaten Alor. Sementara itu, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, kata dia, saat ini sedang berkunjung ke desa-desa terpencil di Kabupaten Sumba Timur.

Penemuan jenazah baru, disebutnya, seiring sejalan dengan kunjungan ke desa-desa yang tadinya terisolasi. "Kondisinya sangat sulit," ucapnya dalam telekonferensi, Rabu (14/4).

Josef menjelaskan, mayoritas korban mengalami luka ringan. Sisanya, yang sempat dirawat di rumah sakit (RS), saat ini sudah mulai pulih. Di sisi lain, banyak pengungsi yang kembali ke rumahnya sendiri, terutama yang rumahnya rusak ringan.

Mengenai isu kemunculkan pulau-pulau di NTT pascabencana alam, menurutnya, masih perlu penelitian lebih lanjut. Alasannya, memang ada tanah yang muncul di atas permukaan laut di Kabupaten Rote Ndao.

Josef enggan berspekulasi karena biasanya ada fenomena seperti itu ketika air laut surut. Dia pun berharap siklon tropis Surigae tidak sampai ke Indonesia.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, sebelumnya mengatakan, bibit siklon tropis di utara Papua telah berkembang menjadi siklon tropis Surigae. Siklon tropis kini bergerak ke arah barat laut menuju Filipina.

Sponsored

"Akibatnya, saat ini terjadi peningkatan kecepatan angin rata-rata di wilayah utara Sulawesi dan sekitarnya berkisar 8-20 knot," ucapnya, dalam keterangan tertulis, beberapa saat lalu.

Siklon tropis Surigae diperkirakan berkembang menjadi badai tropis kuat (STS), bahkan berpotensi menjadi topan (typhoon/TY) pada Jumat (16/4). Masyarakat diimbau waspada dan berhati-hati dengan potensi angin kencang hingga hujan lebat serta dampak lanjutannya, seperti banjir bandang dan tanah longsor.

Berita Lainnya