sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Polisi klarifikasi soal baku tembak dengan KKB di Intan Jaya

Seorang anggota KKB di Intan Jaya ditangkap warga.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Senin, 27 Jan 2020 18:35 WIB
Polisi klarifikasi soal baku tembak dengan KKB di Intan Jaya
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra, mengklarifikasi hanya seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang dinyatakan tewas pada saat kontak senjata dengan tim gabungan TNI-Polri pada Minggu, 26 Januari 2020. Sementara seorang lainnya ditangkap warga.

Kombes Asep menjelaskan, kontak senjata tim gabungan TNI-Polri dengan KKB terjadi pada Minggu sekitar pukul 12.08 WIT. Pada peristiwa itu, seorang anggota KKB yang tewas terkena peluru merupakan anak buah dari pimpinan Lekagak Talenggeng. Sedangkan seorang lainnya ditangkap masyarakat. Kemudian diserahkan kepada polisi.

“Jadi, saya luruskan. Bukan dua orang yang meninggal dunia, tapi satu. Satu lainnya diamankan setelah ditangkap masyarakat dan diserahkan ke aparat keamanan," kata Asep di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (27/1).

Lebih lanjut, Asep menuturkan aparat gabungan TNI dan Polri sampai saat ini masih melakukan pengejaran terhadap anggota KKB pimpinan Lekagak Talenggeng lainnya. Ia hanya memastikan kondisi di Papua saat ini sudah aman.

“Sampai hari ini situasi aman terkendali. Tim gabungan masih terus mengejar KKB,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw, mengatakan kontak senjata antara tim gabungan TNI dan Polri dengan KKB terjadi di kampung Jouparu, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

"Memang benar ada laporan tentang terjadinya kontak tembak di Kabupaten Intan Jaya, Minggu (26/1)," kata Paulus.

Paulus menuturkan, walaupun terjadi kontak tembak di Kabupaten Intan Jaya, secara keseluruhan situasi di wilayah tersebut kini relatif kondusif. Pihaknya sudah mengingatkan kepada seluruh anggota yang bertugas untuk selalu waspada. 

Sponsored

Sebelumnya, tim gabungan TNI-Polri juga melumpuhkan hingga tewas anggota KKB Intan Jaya berinisial NM. Pria berusia 35 tahun itu terpaksa ditembak karena melawan saat ditangkap di sekitar Kampung Nifasi, Pantai Nusi Distrik Makimi, Kabupaten Nabire.

"Memang benar adanya penangkapan KKB Intan Jaya di Nabire, Senin (20/1), namun saat hendak ditangkap NM melawan hingga dilumpuhkan dan meninggal akibat luka tembak,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Kamal.

Kamal mengatakan, penangkapan terhadap KKB itu dilakukan setelah tim gabungan melakukan penyelidikan dan pengecekan di sekitar Kampung Nifasi yang diduga akan menjadi tempat transaksi jual beli senjata api.

Ketika itu, tim gabungan melakukan penghadangan terhadap pelaku NM bersama dua rekannya menggunakan mobil dari Pantai Nusi menuju Nabire. Tim sempat mengeluarkan tembakan peringatan, namun kedua rekannya berhasil lari ke arah perbukitan. Sedangkan NM sempat melawan hingga dilumpuhkan dan mengenai bagian pinggang. Akibat luka yang dideritanya, NM meninggal.

Kamal menjelaskan, pihaknya mengetahui identitas NM setelah memeriksa kartu yang ditemukan bersama sepucuk senjata rakitan beserta dua butir peluru. Dari hasil penyelidikan terungkap NM merupakan anggota KKB dengan jabatan sebagai Komandan Operasi Umum di wilayah Mepagoo Kodap 29. 

“Jabatan tersebut memiliki peran strategis sebagai pengendali kegiatan KKB di wilayah Intan Jaya,” kata Kamal.

Selain itu, NM juga berperan sebagai penyuplai bahan makanan, senjata dan amunisi untuk kebutuhan KKB di wilayah Intan Jaya. Adapun keberadaan NM di Nabire diduga untuk membeli senjata dan amunisi yang akan dikirim ke Sugapa, Kabupatan Intan Jaya. Jenazah NM kemudian dibawa ke RSUD Nabire. (Ant)

Berita Lainnya