sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Vaksinasi gotong royong, Kemenkes pastikan tak pakai 4 vaksin Covid-19 ini

Vaksin Sinovac, AstraZeneca, Novovac, Pfizer tak akan dipakai pada vaksinasi GR

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Jumat, 26 Feb 2021 18:56 WIB
Vaksinasi gotong royong, Kemenkes pastikan tak pakai 4 vaksin Covid-19 ini
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyampaikan, penggunaan vaksin Covid-19 pada vaksinasi gotong royong (GR) berbeda dengan program vaksinasi pemerintah. Pada vaksinasi GR, lanjut Nadia, tidak akan menggunakan vaksin Covid-19 buatan Sinovac, AstraZeneca, Novovac, dan Pfizer.

“Saya ulangi sekali lagi, jenis vaksin GR tidak akan menggunakan vaksin Sinovac, vaksin AstraZeneca, vaksin Novovac, dan vaksin Pfizer. Sehingga dengan ini, kita bisa memastikan tidak ada kebocoran vaksin tersebut yang akan digunakan untuk vaksinasi GR,” ucapnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (26/2).

Nadia melanjutkan, program vaksinasi jalur mandiri tersebut telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Pelaksanaan program vaksinasi jalur mandiri, lanjutnya, menunggu pengadaan vaksin Covid-19 oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan PT Bio Farma sebagai importir tunggal. Kementerian BUMN-PT Bio Farma akan mengontrol distribusi dan keamanan vaksin Covid-19 untuk vaksinasi GR ini.

Dijelaskan Nadia, pelaksanaan program vaksinasi jalur mandiri bakal dikelola pihak swasta dan harus memperoleh izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) atau penerbitan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Vaksinasi GR menjadi ranah BUMN dan Bio Farma. Pelayanan vaksinasi GR hanya akan dilakukan dengan fasilitas kesehatan milik swasta yang memenuhi persyaratan dan bukan tempat vaksinasi pemerintah,” tutur Nadia.

Syarat pelaksanaan vaksinasi jalur mandiri, kata dia, harus menunggu semua tenaga kesehatan tuntas divaksin. Selain itu, vaksinasi mandiri hanya boleh didistribusikan dari Bio Farma ke berbagai perusahaan, terutama bidang padat karya.

Ditegaskan Nadia, pelaksanaan vaksinasi jalur mandiri gratis untuk karyawan atau buruh beserta keluarganya. Semua pendanaan vaksinasi jalur mandiri dibebankan pada perusahaan terkait.

Sponsored

“Vaksinasi GR ini tentunya tidak akan mengganggu jalannya vaksinasi pemerintah. Semua penerima vaksinasi GR tidak dipungut biaya apapun,” ujar Nadia.

Sebelumnya, ahli epidemiologi dan biostatistik Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono khawatir vaksin mandiri dapat memperburuk kesetaraan akses dan keadilan. Sebab, vaksinasi mandiri hanya ditentukan oleh afiliasi ekonomi atau perusahaan, bukan pada risiko kesehatan.

Jika perusahaan swasta ingin membantu, maka semestinya mengalokasikan dana dan sumber daya untuk mendukung program vaksinasi Covid-19 berdasarkan prioritas yang telah ditetapkan.

“Kalau mereka saya ingin cepat-cepat pulih ekonominya. Jadi, mau vaksinasi karyawannya saja dan keluarganya. Dalam kondisi stok terbatas mengambil, merusak sistem yang sudah dibangun,” ucapnya dihubungi alinea.id, Jumat (19/2).

Berita Lainnya