sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menkes: Vaksinasi produk sosialis yang pentingkan keselamatan orang banyak

Untuk melindungi sebanyak mungkin orang tanpa memandang status sosial ekonominya.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 21 Jan 2021 12:14 WIB
Menkes: Vaksinasi produk sosialis yang pentingkan keselamatan orang banyak
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, program vaksinasi yang dilakukan berbagai negara, termasuk Indonesia, merupakan produk sosialis yang mementingkan keselamatan orang banyak di atas kepentingan individu.

Langkah itu penting untuk mewujudkan herd immunity atau kekebalan kelompok. Proses vaksinasi tersebut harus dilakukan secara bersama-sama bagi seluruh rakyat di dunia tanpa terkecuali.

"Vaksinasi disuntikan untuk membangun herd immunity. Ini bukan produk Individu, tetapi ini produk sangat sosialis. Vaksin bukan hanya lindungi diri sendiri tetapi untuk lindungi keluarga kita, tetangga kita, melindungi seluruh rakyat Indonesia dan melindungi seluruh umat manusia di seluruh dunia," katanya dalam CEO Forum Kompas, Kamis (21/1).

Budi mengatakan, sekaya apapun suatu negara dan dapat membeli vaksin sebanyak apapun. Namun jika negara-negara lainnya tidak dapat memberikan vaksin bagi warganya hal tersebut akan percuma, sebab kemungkinan akan tertular virus kembali akan terjadi.

Hal itulah yang menjadi filosofi dasar dari program vaksinasi Covid-19, untuk melindungi sebanyak mungkin orang tanpa memandang status sosial ekonominya.

"Jangan sampai seperti yang sekarang terjadi. Negara kaya dan golongan kaya, dapat duluan dibandingkan dengan orang enggak mampu. Sebab sekali lagi ini sifatnya sosialis bukan individualis," ucapnya.

Sementara itu, dia menyatakan bahwa di dalam negeri vaksin akan diberikan gratis kepada seluruh rakyat Indonesia dalam beberapa tahapan. Tahap pertama bagi 1,4 juta tenaga kesehatan di Januari-Februari, lalu 17 juta pekerja publik (public workers) di April. Kemudian, kepada 25 juta lansia di April-Mei.

"Baru publik masuk, jadi mohon pengertian kita akan melakukan penyuntikan publik akhir April sama Mei. Tolong itu dipahami dan dishare ke teman-teman bahwa dijaga tahapan. Kalau mau loncat tolong pikirkan bagaimana dampaknya ke orang orang lain," tuturnya.
 

Sponsored
Berita Lainnya