sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Vaksinasi tembus 1,3 Juta per hari, publik diimbau tetap disiplin prokes

Pada Sabtu (26/6), vaksinasi di Indonesia tembus 1,3 juta per hari. Ini lebih cepat dari target yang dicanangkan Presiden Jokowi.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Senin, 28 Jun 2021 07:40 WIB
Vaksinasi tembus 1,3 Juta per hari, publik diimbau tetap disiplin prokes

Masyarakat diimbau tak merayakan secara berlebihan atas keberhasilan pemerintah menembus target 1 juta vaksinasi per hari. Namun, tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan patuhi kebijakan PPKM mikro demi meminimalisasi risiko penularan Covid-19.

"Mari jaga diri dan keluarga, terapkan gaya hidup bersih-sehat. Berani lapor dan periksakan diri apabila ada kontak erat dengan pasien positif," kata Juru bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, Reisa Kartikasari Broto Asmoro, kepada wartawan, Minggu (27/6).

Dirinya juga mengajak masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 agar menjalani isolasi mandiri sesuai hasil konsultasi dengan dokter. Kemudian, memastikan memakai masker yang baik dan benar serta selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah memegang benda di ruang publik.

"Kini sebaiknya gunakan double masker. Masker medis di dalam, kemudian masker kain. Ingat selalu untuk menjaga jarak dan hindari berkumpul, hindari mobilitas yang tidak mendesak terlebih dahulu," tuturnya.

Selain itu, Reisa meminta publik memilah informasi karena kini banyak hoaks tentang vaksin. Menurutnya, masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan kualitas vaksin di Indonesia.

"Semua distribusi vaksin dalam pengawasan ketat PT Bio Farma dan Dinas Kesehatan. Pastikan vaksin di lokasi yang memang terjamin. Selama tidak mendapatkan dari pihak-pihak lain, apalagi black market yang sengaja menjual vaksin, maka dipastikan aman," paparnya.

Juru bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, menambahkan, masyarakat juga harus terus menjalankan prokes lantaran orang yang sudah divaksin masih berpeluang tertertular. "Karena masih banyak yang belum mendapatkan vaksinasi."

Mengenai keamanan vaksin, Nadia menjelaskan, Indonesia hanya memiliki satu distributor, PT Bio Farma (Persero). "Yang akan memantau peredaran vaksin. Selain itu, ada sistem barcode yang dapat dipastikan jumlah dan jenis vaksin yang beredar," ucapnya.

Sponsored

Indonesia telah memvaksin 1,31 juta orang pada Sabtu (26/6), lebih cepat dari target Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Juli. Capaian tersebut diklaim berkat adanya kerja sama dengan TNI/Polri, pemerintah daerah (pemda), BUMN, dan swasta.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, pun mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan mendapatkan vaksin sebaik mungkin. "Karena hanya dengan vaksinasi dan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat, kita dapat keluar dari pandemi."

Berita Lainnya