logo alinea.id logo alinea.id

Verifikasi dan literasi jadi senjata pemerintah perangi hoaks

Penyebaran hoaks terus mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.

Rakhmad Hidayatulloh Permana
Rakhmad Hidayatulloh Permana Senin, 11 Feb 2019 16:35 WIB
Verifikasi dan literasi jadi senjata pemerintah perangi hoaks

Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara, menyatakan tren penyebaran informasi bohong atau hoaks, terus mengalami peningkatan belakangan ini. Karena itu, pemerintah terus mendorong upaya verifikasi dan kemampuan literasi masyarakat.

"Hoaksnya makin kesini itu makin banyak, karena dari tahun lalu, 10 bulan terakhir itu ada 60-an," kata dia di Hotel Bidakara Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (11/2). 

Pemerintah tak diam diri menghadapi gempuran hoaks ini. Terhadap informasi yang berkembang di masyarakat, pemerintah melakukan verifikasi dan validasi. Masyarakat dapat mengakses laporan verifikasi atas informasi yang berkembang, melalui situs stophoaks.id.

Dalam situs tersebut, masyarakat dapat memastikan kebenaran seputar informasi yang tengah ramai, terutama yang tersebar di media sosial.

Namun demikian, upaya pemberantasan hoaks ini tak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Karena itu, Rudiantara mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam upaya ini, dengan menyampaikan laporan jika ada informasi yang meresahkan. 

"Saya meminta dukungan pada masyarakat untuk melaporkan, jika menemukan indikasi hoaks, pada kami. Nanti kami akan lakukan verifikasi dan validasi, dan kami akan laporkan ke publik," katanya. 

Selain itu, langkah lain yang dilakukan dalam upaya pemberantasan hoaks adalah meningkatkan literasi masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat membuat masyarakat, dapat memilah dan memilih informasi yang tengah berkembang.

"Ini jangka panjang, tetapi sangat efektif," imbuhnya.

Sponsored