sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Verifikasi PPDB Jateng dilakukan berlapis

Sebanyak 1.007 pendaftar beralih dari jalur zonasi.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Jumat, 26 Jun 2020 11:55 WIB
Verifikasi PPDB Jateng dilakukan berlapis
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 543.975
Dirawat 71.420
Meninggal 17.081
Sembuh 454.879

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) melakukan verifikasi berkas penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang sekolah menengah atas atau kejuruan (SMA/SMK) secara berlapis. Dalihnya, banyak indikasi pemakaian data asli tetapi palsu (aspal).

"Dalam pantauan saya, problem yang banyak muncul adalah tentang surat keterangan domisili (SKD). Data yang saya terima ada 13.834 pendaftar menggunakan (SKD), dan 1.007 (pendaftar) di antaranya beralih. Kalau beralih, itu indikasinya dia merasa bersalah," ucap Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Dalam PPDB Jateng 2020, kuota jalur zonasi sedikitnya 50% dari kapasitas. Calon siswa mesti menyertakan SKD saat mendaftar sebagai bukti telah tinggal di zona tersebut selama minimal setahun.

Dirinya mengklaim, sempat menemukan kasus dari orang tua yang bersikukuh memasukan anaknya menggunakan SKD aspal. Bahkan, menelpon langsung dan mendapati kenyataan yang bersangkutan mengakui perbuatannya. 

"Cara-cara seperti ini, adalah bagian yang mengkhawatirkan kalau punya calon siswa yang kurang berintegritas. Ini pasti bukan siswanya, tapi orang tuanya. Itulah mengapa pendidikan tanggung jawab orang tua," tuturnya.

Ganjar melanjutan, PPDB ditutup sejak kemarin (Kamis, 25/6). Namun, proses verifikasi tetap berjalan. Dilakukan dengan sortir terhadap data-data ganda dan mengeliminasinya serta dilakukan sekolah-sekolah melalui verifikasi langsung.
 
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Jumeri menambahkan, verifikasi dilakukan dengan sistem dan faktual. Berlangsung saat daftar ulang, 1-8 Juli.

"Verifikasi kami lakukan berulang, double check (22-30 Juni). Kemudian tanggal 1-8 Juli, kami lakukan verifikasi lagi. Apabila ditemukan ada kesalahan data, maka akan di-kick," tegas dia.

Menurutnya, PPDB tahun ini sangat berat karena proses pelengkapan data dilakukan dengan daring. Karenanya, diyakini bakal banyak warga yang protes.

Sponsored

"Yang dicoret bisa saja menuntut. Namun, kita siap bila digugat," tutup Jumeri, menukil situs web Pemprov Jateng.

Berdasarkan data Disdikbud Jateng, pendaftar PPDB 2020 mencapai 594.804 orang. Sedangkan daya tampung SMA 111.547 murid dan SMK 96.668 siswa atau turun daripada tahun sebelumnya yang mencapai 216.156 orang.

Berita Lainnya