logo alinea.id logo alinea.id

Volume lalu lintas selama perluasan ganjil-genap mengalami penurunan

Pemprov DKI Jakarta mulai memberlakukan perluasan kawasan pembatasan kendaraan bermotor dengan sistem ganjil genap pada Senin (9/9).

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Rabu, 11 Sep 2019 19:12 WIB
Volume lalu lintas selama perluasan ganjil-genap mengalami penurunan

Penerapan perluasan ganjil genap di 25 ruas jalan Jakarta telah berlangsung sejak Senin (9/9). Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengklaim, evaluasi perluasan ganjil genap selama dua hari sebelumnya berjalan baik.

"Pelaksanaan ganjil genap sudah bagus. Sudah, very good," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (11/9).

Syafrin mengklaim volume arus lalu lintas selama perluasan ganjil-genap mengalami penurunan. Namun, data terkait evaluasi kebijakan ini masih belum dirilis. 

"Kami melihat secara visual telah terjadi penurunan lalu lintas secara signifikan dan saat ini sedang dihitung berapa persentase penurunan volume lalu lintas di jalan," kata Syafrin.

Di sisi lain, masih ada keluhan dari pengguna jalan yang belum mengetahui ruas jalan perluasan ganjil-genap ini. 

Namun, Dishub DKI menegaskan sudah memberikan sosialisai yang masif sejak 7 Agustus 2019. 

"Kami tidak hanya melakukannya di jalan atau media, tapi juga masuk dan sosialisasikan ke sejumlah mal. Selain itu, jika pengguna jalan melintasi ruas jalan ganjil genap saat masa uji coba, harusnya mereka tahu," kata Syafrin.

Sebagai informasi, Pemprov DKI Jakarta mulai memberlakukan perluasan kawasan pembatasan kendaraan bermotor dengan sistem ganjil genap pada Senin (9/9). Hal itu diatur dalam Pergub Nomor 88 tahun 2019 yang diteken Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pekan lalu.

Sponsored

Aturan ini menjelaskan, terdapat 25 ruas jalan yang terkena aturan ganjil genap. Sebanyak 28 ruas jalan yang memiliki gerbang tol yang biasanya ramai dilewati kendaraan pun terkena imbasnya.

Ganjil genap akan berlaku mulai pukul 06.00-10.00 WIB dan 16.00-21.00 WIB. Aturan ini tidak berlaku pada hari Sabtu dan Minggu serta hari Libur Nasional.

Sementara PT Transportasi Jakarta segera memperluas rute layanan sebagai respons atas pemberlakuan rekayasa lalu lintas berbasis nomor pelat ganjil genap.

"Tentunya rute baru ini akan menjadi stimulus bagi warga untuk berpindah ke moda transportasi umum," kata Kepala Divisi Sekretaris dan Humas Transjakarta Nadia Diposanjoyo yang dihubungi, Rabu.

Rencana perluasan rute itu akan melibatkan angkutan umum Mikrotrans yang kini tergabung dalam manajemen PT Transportasi Jakarta. Mikrotrans adalah jenis angkutan umum di Jakarta yang semula dikenal masyarakat dengan sebutan angkutan kota (angkot).

"Mikrotrans ini zaman dulu dikenal dengan sebutan angkot. Sekarang sebagian operatornya sudah bergabung dengan Transjakarta dan namanya menjadi Mikrotrans," katanya.

Rute baru itu akan memenuhi cakupan jangkauan warga DKI terhadap akses menuju sejumlah lokasi pelayanan transortasi publik, seperti stasiun, MRT, LRT maupun shelter bus Transjakarta.

Saat ditanya terkait trayek baru Mikrotrans yang akan digarap, Nadia mengatakan, pihaknya masih membahas secara intensif penentuan trayek baru.

"Masih bolak-balik survei, menentukan titik-titik bus setop dan lainnya. Kami mesti siapkan sebelum rute dibuka. Nanti kalau sudah semua lengkap pasti kami kabari," katanya. (Ant)