logo alinea.id logo alinea.id

Wacana perlu tidaknya pelaksanaan UN kembali menggema

Keberadaan Ujian Nasional (UN) dianggap sebagian pihak sudah tidak diperlukan.

Robi Ardianto
Robi Ardianto Senin, 18 Mar 2019 10:21 WIB
Wacana perlu tidaknya pelaksanaan UN kembali menggema

Pengamat pendidikan dari Universitas Paramadina Muhammad Abduhzen mengatakan, penghapusan ujian nasional (UN) merupakan ide yang bagus.

"Memang UN harus dihapus dan diganti dengan model lain yang lebih bermanfaat dan lebih memungkinkan untuk terjadinya proses pembelajaran yang sehat," kata Abduhzen kepada Alinea.id saat dihubungi, Minggu (17/3).

Menurutnya, pelaksanaan UN sudah tidak efektif. Lebih parah lagi, justru merusak pelajar di Indonesia dengan banyaknya kecurangan.

"UN merusak, karena menimbulkan banyak kecurangan di sekolah," katanya.

Abduh menjelaskan, pelaksanaan UN tidak memiliki manfaat. Sebelumnya, pelaksanaan UN masih bermanfaat, minimal sebagai syarat masuk perguruan tinggi.

"Dulu masih ada manfaatnya walaupun ada kecurangan, masih bisa digunakan untuk masuk perguruan tinggi dan masuk sekolah pada tingkatan yang lebih lanjut," katanya.

Saat ini, kata dia, untuk masuk perguruan tinggi tidak perlu menggunakan hasil UN. 

Kendati begitu, Tim Kampanye Nasional (TKN)  menilai rencana penghapusan ujian nasional (UN) yang dilontarkan Calon Wakil Presiden RI Sandiaga Uno merupakan ide absurd dan bakal menimbulkan persoalan baru dalam dunia pendidikan.

Sponsored

"Ketiadaan ujian nasional akan membuat standar peserta didik di Indonesia menjadi sangat besar perbedaannya," kata Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-K.H. Maruf Amin, Irma Suryani Chaniago dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.

Irma Suryani Chaniago mengatakan bahwa Sandiaga perlu belajar lagi tujuan dari pelaksanaan ujian nasional.

"Sudah susah payah membangun sistem agar sumber daya nasional memiliki standar yang bisa dipertanggungjawaban, ini malah Sandiaga menyodorkan konsep yang absurd, yaitu berdasarkan penelusuran minat dan bakat," kata Irma.

Irma mengatakan bahwa program yang diajukan Pasangan Calon Nomor Urut 02 dalam bidang pendidikan dan pembenahan sumber daya manusia tidak konkret dan mengawang-awang.

"Bandingkan dengan apa yang dipaparkan Pak Ma'ruf bahwa pemerintah akan sediakan beasiswa hingga pendidikan tinggi. Dengan demikian, anak Indonesia bisa menggantungkan cita-cita nya setinggi langit tanpa khawatir dengan mahalnya biaya pendidikan," katanya. (Ant)