sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Wakil Prabowo genjot industrialisasi pertahanan

Wamenhan Wahyu Sakti Trenggono memaparkan visi-misi terdekatnya dalam menjadi pendamping Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Jumat, 25 Okt 2019 20:40 WIB
Wakil Prabowo genjot industrialisasi pertahanan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Wahyu Sakti Trenggono memaparkan visi-misi terdekatnya dalam menjadi pendamping Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto

Visi-misi tersebut, kata Trenggono sejalan dengan kinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika hendak menunjuknya sebagai Wamenhan dalam Kabinet Indonesia Maju.

Mantan Bendahara Umum Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin itu mengatakan, apapun visi-misi tersebut akan lebih fokus pada konteks industri pertahanan. Pasalnya untuk urusan lain, semisal alutsista, ia mengaku belum begitu paham karena hal itu merupakan domain seorang berlatar belakang militer. Sedangkan ia merupakan seorang pengusaha dan hanya berpengalaman masalah inovasi, industri, dan bisnis.

"Jadi mungkin maksud saya, saya dan Pak Prabowo bisa membangun industrialisasi pertahanan, pajaknya masuk pemerintah. Minta ke Bu Sri Mulyani supaya pajaknya bisa pebih besar lagi untuk kita bisa mengembangkan segala resource yang berkaitan dengan pertahanan," papar Wahyu di Kementerian Pertahanan, Jumat (25/10).

Pengusaha pemilik perusahaan tower telekomunikasi PT Tower Berama Infrastructure Tbk. (TBIG) tersebut berharap tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dikembangkan terkait dengan tugas memajukan bidang industri pertahanan.

Ketiga lembaga BUMN tersebut, di antaranya seperti PT Pindad (Persero) yang bergerak di bidang industri alat pertahanan, PT Dirgantara Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang industri pesawat terbang, dan PT PAL (Persero) yang bergerak di bidang industri galangan kapal. 

Harapannya, semua BUMN tersebut bisa berkembang dan bisa merajai Asia Tenggara. Apalagi, kata dia, Indonesia merupakan negara kepulauan.

"Tidak hanya PT Pindad yang sudah terbentuk. PT Dirgantara Indonesia menurut saya harus berkembang. PT PAL itu menurut saya seharusnya sudah jadi rajanya Asia Tenggara karena kita terdiri dari pulau pulau, jadi segala macam angkutan itu kita harus sudah jagoan," tegas mantan bendahara Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Sponsored
Berita Lainnya