Waktu perjalanan KRL bertambah 5-10 menit

Perjalanan yang terdampak adalah Lintas Bogor (Bogor - Jakarta Kota/Angke/Kampung Bandan/Jatinegara dan sebaliknya)

Waktu perjalanan KRL bertambah 5-10 menit Petugas station mengecek tiket penumpang di Stasiun Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (23/7)./AntaraFoto

PT Kereta Commuter Indonesia menyatakan penyelesaian pembangunan proyek Double-double Track (DDT) paket A stasiun Manggarai-Jatinegara phase I akan mengakibatkan pemindahan jalur KRL di Stasiun Manggarai. 

Hal ini juga akan berdampak pada perubahan pola operasi KRL Bogor Line, yaitu bertambahnya waktu perjalanan KRL sekitar 5-10 menit. Sebagai contoh, waktu perjalanan KRL lintas Bogor-Jakarta Kota dari yang semula 1 jam 55 menit menjadi 2 jam atau 2 jam 5 menit. 

Vice President Komunikasi Perusahaan PT KCI, Eva Chairunisa, mengatakan, terkait dengan kondisi tersebut, para pengguna jasa khususnya lintas Bogor - Jakarta Kota/Angke/Kampung Bandan/Jatinegara dan sebaliknya dihimbau memilih keberangkatan lebih awal 

"Karena kemungkinan akan terjadi perpanjangan waktu perjalanan sekitar 5-10 menit khusus nya pada saat akan melintas di Manggarai," kata Eva dalam keterangan resmi yang diterima Alinea.id, Senin (13/8).

Selain itu, pengguna yang transit di stasiun manggarai juga diharapkan selalu mendengarkan himbauan petugas terkait informasi perpindahan jalur 6 dan 7 yang tidak dioperasionalkan lagi dan berpindah ke jalur 8 dan 10 untuk KRL tujuan Bogor.

Stasiun KA sentral modern

Sementara itu, Kementerian Perhubungan tengah menyelesaikan pembangunan proyek Double-double Track (DDT) paket A stasiun Manggarai - Jatinegara phase I 2018. Pada Sabtu (11/8) pukul 00.01 hingga pukul 04.30 WIB, Kemenhub menonaktifkan sementara jalur 6 dan 7 pada Stasiun Manggarai. Sehingga untuk sementara waktu pelayanan KRL Bogor Line ke jalur 8 dan 10. 

Setelah perpindahan tersebut, Kemenhub akan kembali melaksanakan penyelesaian tahapan pembangunan Stasiun Manggarai di jalur 6 dan 7 eksisting. Pada akhir 2020, direncanakan seluruh pembangunan konstruksi DDT Paket A dan B (Dipo Cipinang dan jalur DDT stasiun Jatinegara-Cikarang) akan selesai. 

"Apabila telah resmi beroperasi, Stasiun Manggarai akan menjadi Stasiun Sentral KA yang modern," kata Eva.

Selanjutnya, pada saat selesainya pembangunan Stasiun Manggarai ini, maka terjadi pemisahan jalur kereta api, yaitu antara kereta api jarak jauh, kereta api commuter Jabodetabek dan kereta api bandara. 

Stasiun Manggarai juga akan dibangun menjadi tiga lantai. Di mana lantai satu terdiri dari jalur KA Bekasi line 4 jalur dan KA Bandara 4 jalur, dengan peron 12 stamformasi, lantai 2 terdiri dari layanan penumpang (concourse) dengan luas kurang lebih 9.108 m2, kapasitas kurang lebih 17.800 orang dengan dilengkapi lift dan escalator bagi para difabel serta lantai 3 terdiri dari jalur KA Antar Kota 6 jalur dan Bogor line 4 jalur, dengan peron 12 stamformasi. 

Stasiun Manggarai ini menjadi sangat strategis dan vital karena terdapat beberapa jenis pelayanan kereta api yang terintegrasi di dalamnya, yakni: layanan KA Bandara, KA antar kota, dan KRL Jabodetabek (Bogor Line, Bekasi Line, Depok Line, Tanah Abang Line, serta KRL Feeder). 

Sehingga jika terjadi gangguan operasi KA akan berdampak luar biasa bagi pelayanan penumpang kereta api. Oleh karena itu, penyelesaian pembangunan Stasiun Manggarai sebagai stasiun sentral yang modern merupakan komitmen Pemerintah dalam terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi para penumpang kereta api.

Guna mengantisipasi pelayanan penumpang dan pengoperasian kereta di Stasiun Manggarai, PT KCI akan menambah sejumlah petugas pengamanan dan pelayanan. Melakukan kordinasi bersama PT KAI Daop 1 untuk mengoptimalkan pengaturan perpindahan penumpang dari dan ke jalur 8 dan 10 ( passangers crossing ) serta terus melakukan evaluasi pengaturan perjalanan KA selama proses ini berlangsung. 
 


Berita Terkait