sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Walhi turun tangan selidiki tindakan represif polisi tangani demo

Walhi telah membentuk tim investigasi untuk melakukan penyelidikan atas tindakan polisi yang represif.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Kamis, 03 Okt 2019 09:13 WIB
Walhi turun tangan selidiki tindakan represif polisi tangani demo

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau Walhi Sumatera Selatan membentuk tim investigasi untuk menyelidiki tindakan represif polisi dalam menangani demonstrasi mahasiswa dan pelajar yang menolak revisi UU KPK dan RUU KUHP di depan gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan.

Direktur Eksekutif Walhi Sumatera Selatan, Hairul Sobri, mengatakan tim investigasi yang dibentuknya itu bertujuan membantu mahasiswa atau pengunjuk rasa yang menjadi korban kekerasan polisi untuk melakukan gugatan hukum.  

“Sekarang tim investigasi sedang bekerja melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti terkait tindakan represif aparat kepolisian terhadap mahasiswa peserta demonstrasi,”  kata Hairul di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (3/10).

Menurutnya, hasil penyelidikan pihaknya nanti akan dijadikan bahan untuk melaporkan permasalahan itu kepada pihak Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Selain membentuk tim investigasi, Walhi Sumsel juga membuka posko pengaduan dan menyiapkan bantuan hukum. Pendampingan hukum bagi korban akan dilakukan mulai dari persiapan gugatan hingga penuntasan permasalahan tersebut.

“Bagi korban demonstrasi ricuh yang ingin meminta pertanggung jawaban tindakan represi aparat jajaran Polda Sumsel yang terlibat bentrokan dengan mahasiswa, aktivis Walhi bersama tim hukum akan melakukan pendampingan,” ujarnya.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa terjadi di depan gerbang gedung DPRD Sumsel. Mereka menyuarakan aspirasi menolak pelemahan KPK dalam bentuk apapun yang dilakukan oleh pemerintah dan DPR.

Selain itu, mahasiswa juga menyampaikan kritik terhadap RUU KUHP, lambannya pengendalian bencana kabut asap, kekerasan di Papua, konflik agraria, RUU Pertanahan, RUU PKS, RUU Minerba, RUU Perkelapasawitan, RUU Ketenagakerjaan, dan pemindahan Ibu kota Negara.

Sponsored

Sementara Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, mengatakan dalam menghadapi gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa akhir-akhir ini, pihaknya menyiagakan ratusan pasukan pengamanan untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Berdasarkan evaluasi kegiatan pengamanan aksi unjuk rasa mahasiswa dalam sepekan terakhir, kata Supriadi, secara umum petugas di lapangan telah bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur. Kondisi kamtibmas pun perlahan mulai kondusif. (Ant)