sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Wali Kota Depok jelaskan kondisi warganya yang positif coronavirus

Keduanya sempat memeriksakan diri ke Rumah Sakit Mitra Keluarga di Jalan Margonda, Kota Depok, pada 27 Februari 2020.

Hermansah
Hermansah Senin, 02 Mar 2020 15:09 WIB
Wali Kota Depok jelaskan kondisi warganya yang positif coronavirus
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

Wali Kota Depok Mohammad Idris menjelaskan kondisi dua warganya yang dinyatakan positif terinfeksi coronavirus baru atau Covid-19. Saat menyampaikan keterangan pers di Balai Kota Depok, Senin (2/3), ia menjelaskan keduanya merupakan warga Depok dan tinggal di salah satu perumahan di Kecamatan Sukmajaya Kota Depok.

Sebelum menjalani perawatan di Rumah Sakit Sulianti Saroso, Jakarta Utara, keduanya memeriksakan diri ke Rumah Sakit Mitra Keluarga di Jalan Margonda, Kota Depok, pada 27 Februari 2020.

"Pasien mengaku hanya flu, pilek, dan sesak napas saja," katanya.

Karena kondisi kesehatannya tidak kunjung membaik, keduanya kembali datang ke rumah sakit untuk memeriksakan diri pada 29 Februari 2020.

Pada pemeriksaan yang kedua, mereka menceritakan, pada 14 Februari 2020 mereka menerima tamu dari Jepang yang telah dinyatakan positif terserang Covid-19.

"Akhirnya kedua pasien tersebut langsung dirujuk ke RS Sulianti Saroso," kata Mohammad Idris.

Wali Kota Depok Mohammad Idris juga meminta warga tetap tenang dan tak panik terkait dua warganya dinyatakan positif Covid-19 yang sebelumnya dirawat di RS Mitra Keluarga setempat.

"Masyarakat Depok diharapkan tetap tenang dan jangan panik, dengan coronavirus," kata Idris.

Sponsored

Idris mengatakan setelah mendapat kabar warganya positif Covid-19, Pemkot Depok melakukan rapat koordinasi untuk menentukan langkah antisipasi merebaknya virus tersebut.

Sejak maraknya Covid-19 tersebut pada Januari lalu, Pemkot Depok langsung melakukan langkah antisipasi.

Pertama, melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Jawa Barat terkait penanganan Covid-19.

Kedua, Pemkot melalui Dinkes Kota Depok mengeluarkan surat edaran Nomor:445/0404/SURVIM sebagai kewaspadaan terhadap Covid-19.

Wali Kota juga menginstruksikan Direktur Rumah Sakit di Kota Depok dan Kepala Unit Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas seluruh Kota Depok untuk melakukan upaya pencegahan dan antisipasi munculnya kasus pneumonia berat tersebut.

"Kami juga melakukan sosialisasi terkait gejala dan antisipasi terhadap Covid-19," katanya.

Idris meminta kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan dan kebugaran fisik agar imunitas tubuh selalu sehat dan kuat. "Segera melapor ke rumah sakit terdekat apabila mengalami gejala demam, batuk dan sesak napas bersamaan."

Sebelumnya Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan dua warga Depok yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona merupakan ibu dan anak yang berturut-turut berusia 64 tahun dan 31 tahun.

"Ada WN Jepang yang tinggal di Malaysia, melakukan perjalanan ke Indonesia, kembali ke Malaysia setelah beberapa hari sakit, maka dicek di sana, kena monitor, dikatakan Covid-19 positif, pemerintah Malaysia menghubungi kita, kita lakukan tracking (pelacakan), melakukan close contact (kontak dekat) dengan pasien ini, kita tindak lanjuti, sistem di sini berjalan," ia menjelaskan.

Menurut Menteri Kesehatan, petugas sudah melakukan pengecekan ke rumah ibu dan anak yang terinfeksi virus corona di Depok.

"Rumahnya kita cek sehingga kita bawa dua-duanya ibu dan anak, umur 64 tahun dan 31 tahun. Sesuai prosedur, Dinas Kesehatan setempat melakukan pemantauan dan isolasi rumah," kata Terawan. (Ant)

Berita Lainnya