sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Wapres ingatkan isu terorisme dan maritim di KTT ASEM

Indonesia siap dan berkomitmen untuk bekerja sama dengan semua mitra ASEM dalam menangani isu-isu terorisme dan keamanan maritim.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Sabtu, 20 Okt 2018 12:31 WIB
Wapres ingatkan isu terorisme dan maritim di KTT ASEM

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan pandangannya terkait isu terorisme dan keamanan maritim dalam Pertemuan Asia-Eropa (Asia-Europe Meeting/ASEM) pada sesi retreat di S9 di Gedung Europa, Brussels, Belgia, Jumat (19/10), waktu setempat.

JK menjelaskan, sejak KTT ASEM dilaksanakan, banyak mitra di Asia dan Eropa mengalami tindakam terorisme yang menyebabkan hilangnya nyawa dan kerusakan material.

“Indonesia sangat mengutuk terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya,” katanya, seperti dikutip dalam keterangan resmi, Sabtu (20/10).

Bagi Indonesia, kata Jusuf Kalla, terorisme menjadi ancaman bagi keamanan nasional dan internasional. Karenanya, harus memperkuat kerja sama untuk mengatasi ancaman tersebut.

Jusuf Kalla juga menekankan pentingnya mengatasi akar masalah penyebabnya terorisme dan radikalisme, yang berasal dari ketidakadilan politik, ekonomi, sosial, serta ketidakpastian, seperti halnya kekerasan bersenjata dan intervensi militer secara sepihak.

Kondisi ini, terang Jusuf Kalla, secara sistematis mengikis kedaulatan suatu negara dan menghancurkan harapan suatu bangsa.

“Itu semua menghasilkan tempat berkembang biak yang sempurna bagi radikalisme dan kekerasan,” ujarnya.

Jusuf Kalla berharap, mitra ASEM dapat meningkatkan upaya untuk berbagi praktik-praktik terbaik dalam melawan terorisme, mengingat pada 2011, Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi ASEM tentang kontraterorisme.

Sponsored

Sehingga, kelanjutan konferensi tersebut akan memperkuat strategi antiterorisme di antara para mitra ASEM, serta membuka peluang bagi upaya kerja sama konkret dalam perang melawan terorisme.

“Saya percaya bahwa konferensi tersebut adalah platform yang tepat untuk tujuan ini,” katanya.

Selain itu, Jusuf Kalla juga menyampaikan pentingnya ekosistem laut, guna mempertahankan pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi, keamanan pangan, dan kegiatan sosial.

Hanya saja, lanjut dia, banyak tantangan untuk menghadapinya. Di antaranya penangkapan ikan secara ilegal, tidak dilaporkan dan tidak diatur (atau illegal, unreported, and unregulated/IUU), pembajakan, serta polusi laut.

Untuk mengatasi tantangan ini, dia melanjutkan, bangsa-bangsa di dunia harus menyelaraskan dan mensinergikan komitmen politik.

“Kita harus mengembangkan platform bersama untuk interaksi dan menciptakan sarana untuk melaksanakan komitmen tersebut,” kata Jusuf Kalla.

Dalam hal ini, Jusuf Kalla menginformasikan, Indonesia akan menjadi tuan rumah Our Ocean Conference pada akhir bulan ini, dan Archipelagic Island States Forum pada November nanti.

Jusuf Kalla berharap, mitra ASEM bisa turut berpartisipasi secara aktif dalam pertemuan-pertemuan ini, guna lebih memantapkan tekad dalam membuat lautan kita menjadi sumber kerja sama, bukan konflik.

“Indonesia siap dan berkomitmen untuk bekerja sama dengan semua mitra ASEM dalam menangani isu-isu terorisme dan keamanan maritim,” kata dia.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Eropa (ASEM) ke-12 ini dihelat dari 18 hingga 19 Oktober 2018. Rombongan Wapres Jusuf Kalla rencananya akan bertolak kembali ke Jakarta pada Sabtu (20/10) sore, waktu setempat.