sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Wapres memohon maaf karena pandemi Covid-19 belum dituntaskan

Wapres meminta masyarakat dapat memahami bahwa aturan pemerintah bukan melarang ibadahnya.

Hermansah
Hermansah Sabtu, 23 Mei 2020 08:01 WIB
Wapres memohon maaf karena pandemi Covid-19 belum dituntaskan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 28818
Dirawat 18129
Meninggal 1721
Sembuh 8892

Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin, meminta agar masyarakat merayakan hari kemenangan dari rumah saja, sebab kondisi bangsa dan negara masih mengalami pandemi Covid-19.

Wapres meminta masyarakat dapat memahami bahwa aturan pemerintah bukan melarang ibadahnya, akan tetapi melarang adanya aktivitas yang berpotensi membuat kerumunan, sehingga hal tersebut berpotensi penularan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dapat terjadi.

“Tidak di masjid, ataupun di lapangan terbuka, karena situasi keadaan negara kita masih menghadapi bahaya Covid-19. Oleh karena, itu masih perlu adanya mencegah berkumpulnya massa yang banyak, untuk mencegah penularan Covid-19,” kata Wapres melalui telekonferensi yang disiarkan langsung dari Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta pada Jumat (22/5).

Dalam kesempatan yang sama, Wapres meminta umat muslim kembali mengingat apa yang diajarkan dalam Islam tentang pentingnya membangun kemaslahatan. Untuk memperbesar kemaslahatan dan juga menghilangkan kemadharatan, kedaruratan, dan kerusakan, atau memperkecil kerusakan, dan kemudharatan.

"Karena itu, di dalam melaksanakan ajaran agama kita, senantiasa menyesuaikan dengan keadaan. Tahun ini, hari raya masih dalam suasana kedaruratan itu, kebahayaan itu. Tahun ini, kita masih dalam suasana tahun kebahayaan,” jelas Wapres.

Andaikata memaksakan untuk mengadakan di masjid atau di lapangan, kemudian terjadi penularan Covid-19, maka hal itu berarti tidak sesuai dengan prinsip ajaran agama yang seharusnya memperkecil bahaya. Dengan kata lain, justru memperbesar bahayanya.

Kemudian atas nama Wakil Presiden dan pemerintah, Ma’ruf Amin juga memohon maaf karena pandemi Covid-19 di Indonesia belum dapat dituntaskan. Hal tersebut juga karena ada beberapa faktor.

Akan tetapi dia tetap menjamin, pemerintah akan mengupayakan semaksimal mungkin sehingga coronavirus jenis baru itu dapat ditaklukan. Tentunya pemerintah juga mengharapkan sumbangsih dan peran dari masyarakat.

Sponsored

"Kami mohon maaf, karena memang, bahaya belum hilang. Bahaya Corona ini belum hilang. Untuk menghilangkan ini, bukan sesuatu yang mudah. Corona merupakan virus yang sulit dihadapi. Selain itu, kita bangsa Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar dibanding negara-negara ASEAN lainnya dan wilayah kita juga sangat luas dari Sabang sampai Merauke. Ini juga kesulitan tersendiri,” jelas Ma’ruf.

Dalam hal ini, Ma’ruf melihat masih adanya sebagian masyarakat yang kurang disiplin, kurang mematuhi protokol kesehatan, menjaga jarak, menggunakan masker, tidak ada keramaian-keramaian yang banyak orang.

Kendati demikian, melalui aturan dan kebijakan serta peran masyarakat, dia juga mengakui, sudah terjadi beberapa penurunan penyebaran Covid-19 yang terjadi dan dirasakan di tengah masyarakat.

“Kami harapkan tidak akan lama lagi Covid-19 ini segera hilang. Akan segera berlalu,” harap Wapres.

Selanjutnya, Wapres juga merasa prihatin dengan keadaan hari raya di tengah pandemi sehingga menyebabkan umat muslim terpaksa harus merayakan dalam suasana yang memprihatinkan. Dia meminta agar masyarakat muslim dapat bersabar dalam menghadapi situasi seperti ini.

"Sabar, kalau (umat mukmin) ditimpa kesulitan, dia itu sabar. Saat seperti inilah, di mana banyak kesulitan dihadapi masyarakat dalam berlebaran oleh umat Islam,” tutur Ma’ruf.

Pemerintah menyadari Covid-19 juga membawa dampak ekonomi dan sosial. Pemerintah tentunya tidak akan tinggal diam. Di bidang sosial, pemerintah sudah membantu dengan memberikan bantuan-bantuan sosial.

Kemudian dalam masalah ekonomi yang terdampak, pemerintah sekarang juga tengah memikirkan cara untuk melakukan pemulihan ekonomi.

“Insya Allah beberapa waktu yang akan datang akan coba digulirkan, supaya ekonomi yang terdampak ini bisa kembali lagi, dengan tetap menjaga kesehatan masyarakat. Dengan tetap berusaha mengendalikan dan menghilangkan Covid-19, tetapi bagaimana ekonomi bisa tumbuh,” jelas Ma’ruf.

"Ini bagian dari tanggung jawab pemerintah, yang sedang dirancang. Karena itu, kami mohon doa kepada seluruh bangsa, pada seluruh masyarakat, supaya upaya mengembalikan, memulihkan ekonomi nasional kita. Sehingga kehidupan ekonomi masyarakat bisa kembalikan,” pungkasnya.

Berita Lainnya