sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Wapres sebut kesejahteraan Papua banyak tertinggal

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin berencana ke Papua bertemu para tokoh lokal.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Minggu, 27 Jun 2021 10:46 WIB
Wapres sebut kesejahteraan Papua banyak tertinggal

Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin menyebut program percepatan pembangunan kesejahteraan Provinsi Papua dan Papua Barat sudah ada di setiap kementerian/lembaga yang menangani.

“Sebenarnya semua kementerian sudah punya (anggaran), sejak awal beranggapan bahwa sumber pendanaan untuk percepatan pembangunan adalah mengoptimalkan anggaran yang memang sudah ada,” kata Ma’ruf dikutip dari laman Setkab, Minggu (27/06/2021).

Pemerintah, jelas Wapres, tidak hanya melihatnya sebagai suatu kewajiban untuk memperlakukan sama dengan daerah lain, tapi justru ingin lebih memberikan prioritas mempercepat.

“Masih banyak yang tertinggal kesejahteraan di Papua ini. Untuk itu, maka kita buat langkah-langkah dengan program jangka panjang, menengah, dan pendek untuk mempercepat langkah-langkah ini,” ungkapnya.

Ini juga didukung oleh terbitnya Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, serta Keputusan Presiden Nomor 20 Tahun 2020 tentang Tim Koordinasi Terpadu  Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

Bahkan, lanjut Wapres, pemerintah telah menyiapkan program Quick Wins yang telah dipetakan hingga tahun 2024, mencakup bidang pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, usaha mikro dan kecil, ketenagakerjaan, infrastruktur, dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yang akan diimplementasikan secara sistematis dan bertahap.

Wapres kemudian membeberkan upaya percepatan melalui program Quick Wins tersebut, baik di bidang pendidikan maupun kesehatan. Pada bidang pendidikan di antaranya melalui program Papua Pintar dengan sekolah asrama di tujuh wilayah adat, berbagai program beasiswa dari  Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Afirmasi Pendidikan Menengah (ADem), Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik),  dan Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (Bidikmisi), Kebijakan Khusus Untuk Guru, serta Pusat Kajian Bertaraf Internasional di Universitas Cenderawasih, penyiapan sumber daya manusia di Universitas Papua, dan pembangunan perguruan tinggi negeri baru di Biak Numfor dan Jayawijaya.

Kemudian di bidang kesehatan melalui program Papua Sehat, di antaranya kemudahan akses berobat di delapan kabupaten di Papua Barat, seperti Sorong, Teluk Wondama, Teluk Bintuni, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Maybrat, Tambrauw, dan Sorong Selatan. Selain itu ada program peningkatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di tujuh wilayah adat, pengembangan Institut Kesehatan Papua, penguatan Puskesmas Plus, rumah layak untuk masyarakat, penanganan anak terlantar, dan penanganan stunting.

Wapres menyampaikan, ia sedang menunggu konfirmasi dan koordinasi dari pihak keamanan dan pemerintah daerah untuk berkunjung menemui para tokoh Papua sehingga dapat berdialog terkait upaya penyejahteraan di wilayah tersebut.

“Saya akan berencana ke Papua untuk bertemu dengan tokoh-tokoh lokal. Sedang diatur untuk waktu yang tepat dengan pemerintah daerah, dengan pihak keamanan,” tutupnya.

Sponsored
Berita Lainnya