sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Warga Bekasi meninggal di Cianjur belum dipastikan positif coronavirus

Pemerintah masih akan melakukan pengecekan untuk memastikan status suspect coronavirus tersebut

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Selasa, 03 Mar 2020 16:30 WIB
Warga Bekasi meninggal di Cianjur belum dipastikan positif coronavirus
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2092
Dirawat 1751
Meninggal 191
Sembuh 150

Pemerintah belum memastikan seorang warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang meninggal dunia di Cianjur, Jawa Barat, positif coronavirus. Pasien berusia 50 tahun berstatus terduga atau suspect coronavirus itu meninggal dunia di Rumah Sakit Dr Hafiz (RSDH) Cianjur hari ini sekitar pukul 04.00 WIB.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan coronavirus Achmad Yurianto mengatakan, pihaknya juga belum dapat memastikan status spesimen suspect tersebut. Karena itu, belum jelas apakah suspect meninggal karena virus bernama resmi COVID-19.

Hanya saja, pihaknya telah menyatakan negatif seluruh spesimen pasien berstatus coronavirus di Cianjur. Keseluruh spesimen itu telah diperiksa di Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Kesehatan.

"Cianjur mengatakan spesimen sudah dikirim, dan hasilnya negatif. Tentunya ini PR buat saya untuk menanyakan lagi spesimen tadi, apakah atas nama spesimen yang meninggal tadi," kata Achmad ditemui di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Selasa (3/3).

Menurutnya, seluruh spesiman dari Cianjur yang telah diterima telah dikonfirmasi negatif oleh Badan Penelitian dan Pengembangan atau Balitbang Kementrian Kesehatan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan itu pun berjanji akan mengonfirmasi ke Balitbang Kementerian Kesehatan untuk memastikan apakah spesimen pasien yang meninggal tersebut telah diterima dan didapat hasilnya. 

"Saya akan cek ke Litbang, spesimen dari Cianjur apakah hasilnya sudah disampaikan atau belum. Kalau belum disampaikan, saya akan telepon Cianjur. Saya akan tanyakan apakah spesimen ini dari orang yang sudah meninggal duluan," ucapnya.

Warga Bekasi yang meninggal tersebut tengah berkunjung ke rumah sanak keluarganya di Cianjur, Jawa Barat. Dia dirujuk ke RSDH Cianjur setelah mengalami gejala coronavirus. 

Sponsored

RSUD Cianjur telah menetapkan status siaga bagi tim medis khusus penanganan COVID-19. Kesiapsiagaan dilakukan dilakukan dengan menyiapkan empat ruang isolasi bagi pasien yang diduga terserang virus asal Wuhan, China, tersebut.

"Ruang isolasi sudah siap dan tim medis khusus yang terdiri dari dokter hingga perawat sudah disiagakan jika sewaktu-waktu ada pasien terduga corona yang masuk ke rumah sakit," kata Direktur RSUD Cianjur Ratu Tri Yulia di Cianjur, kemarin.

Ia menjelaskan ruang isolasi yang disiapkan sudah memenuhi standar sehingga tidak ada alat medis yang secara khusus harus disiapkan. Pihak RSUD hanya melengkapi pakaian khusus bagi tim medis yang akan bertugas, termasuk pemberian masker.

"Kemungkinan di Cianjur hanya penanganan awal, karena kalau pasien tersebut positif corona akan segera dirujuk ke RSHS Bandung, sesuai dengan koordinasi dengan Pemprov Jabar," katanya.

Presiden Joko Widodo telah mengumumkan adanya kasus coronavirus pertama di Indonesia. Terdapat dua WNI yakni seorang ibu berusia 64 tahun dan putrinya yang berusia 31 tahun, yang dinyatakan positif coronavirus.

"Saya mendapatkan laporan dari Pak Menkes bahwa ibu ini dan putrinya positif corona," kata Jokowi.

Sanksi bagi kaum Covidiot

Sanksi bagi kaum Covidiot

Sabtu, 04 Apr 2020 13:20 WIB
Kalut Covid-19 di tangan Luhut

Kalut Covid-19 di tangan Luhut

Jumat, 03 Apr 2020 13:12 WIB
Berita Lainnya