sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Gus Udin ingatkan warga NU jangan sibuk bermain politik

Warga NU mempelopori nilai keadilan, kejujuran, kesederhanaan dan kemandirian. Nilai tersebut harus diamalkan dalam kehidupan.

Mona Tobing
Mona Tobing Minggu, 03 Nov 2019 08:00 WIB
Gus Udin ingatkan warga NU jangan sibuk bermain politik
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 75699
Dirawat 36455
Meninggal 3607
Sembuh 35638

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Lasem, Jawa Tengah, Kiai Sholahuddin Fatawi atau yang kerap disapa Gus Udin mengingatkan agar warga NU tidak sibuk di politik. 

Gus Udin menilai warga NU saat ini sibuk bermain di wilayah elite politik dan melupakan urusan kemaslahatan umat, baik ekonomi, sosial, budaya dan pendidikan serta pesantren. Padahal NU mesti tumbuh menjadi organisasi yang tegak dan mandiri. 

Langkah tersebut cukup strategis dilakukan, di tengah suasana kebatinan NU yang memprihatinkan sekarang ini.

Sebagai organisasi sosial keagamaan yang menjunjung nilai keadilan, kejujuran, kesederhanaan dan kemandirian, Gus Udin mengatakan, NU harus mempelopori nilai-nilai tersebut dalam sikap dan tindakan nyata.

Soal rencana pemerintah untuk memberantas aksi terorisme, radikalisme, sparatisme dan intoleransi. Gus Udin menegaskan, NU sudah lebih dahulu melakukannya, ia juga mengklaim hal tersebut sudah selesai di internal NU, sehingga tak perlu dikhawatirkan lagi.

"Selama ini NU berada di garda terdepan karena pemerintah dianggap absen. Sekarang saatnya NU fokus ke basis dan mengurus kemaslahatan umat, karena pemerintah sudah ingat tugasnya menjadi garda terdepan," tegasnya.

Di sisi lain soal rencana muktamar NU, Gus Udin mengatakan, kaum Nahdliyin selama ini telah terbiasa hidup sederhana dan mandiri dalam menjaga dan membesarkan NU melalui berbagai gerakan dan tradisi "I'anah" (Iuran). Gus Udin menyinggung tentang iuran seperti: I'snah Syahriyah (Iuran bulanan) dan i'anah sanawiyah (Iuran tahunan), sebagaimana maraknya gerakan koinisasi belakangan ini.

"Untuk keperluan muktamar pun, harus siap melaksanakan secara mandiri agar tidak bergantung pada pihak lain," imbuhnya.

Sponsored

Sebagai informasi, muktamar NU ke-34 akan dilaksanakan di Provinsi Lampung pada September 2020. Penyelenggaraan muktamar NU di Lampung mempertimbangkan aspek pemerataan yang selama ini diselenggarakan di Pulau Jawa. (Ant)
 

Berita Lainnya