sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Seorang warga Pekanbaru meninggal diduga karena asap karhutla

Saat kejadian, daerah Rimbo Panjang tengah mengalami kebakaran yang menyebabkan asap pekat.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Senin, 26 Agst 2019 08:15 WIB
Seorang warga Pekanbaru meninggal diduga karena asap karhutla
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 516.753
Dirawat 66.752
Meninggal 16.352
Sembuh 433.649

Seorang warga Kota Pekanbaru bernama Helmy Oemar, diduga meninggal akibat polusi asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah Rimbo Panjang, Provinsi Riau. Wilayah tersebut memang memang telah menjadi langganan karhutla yang menimbulkan asap pekat. 

"Mungkin karena kondisi asap, bisa jadi pemicu (meninggal),” kata Shadik Helmy, anak kandung almarhum Helmy Oemar di Pekanbaru, Minggu (25/8).

Dia menjelaskan, Helmy sempat hilang tanpa kabar sebelum ditemukan meninggal di daerah Rimbo Panjang pada pukul 09.00 WIB. Rimbo panjang merupakan daerah perbatasan Kabupaten Kampar dengan Kota Pekanbaru, yang selalu menjadi langganan kebakaran lahan gambut yang menimbulkan asap pekat.

Berdasarkan data Satgas Karhutla Riau, proses pemadaman karhutla di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar sudah memasuki hari ke-15.

Menurut Shadik, ayahnya juga memiliki riwayat vertigo. Namun ia menyebut kemungkinan kecil ayahnya meninggal akibat penyakit itu.

Dia menjelaskan, ayahnya pergi sendiri melihat kondisi kebun di Rimbo Panjang pada Sabtu (24/8). Namun hingga sore hari, ayahnya belum kembali sehingga warga dan keluarga melakukan pencarian hingga pukul dua dini hari. 

Shadik yang saat kejadian berada di Jakarta, langsung bertolak ke Pekanbaru. Pada Minggu pagi, Shadik ikut melakukan pencarian dan menemukan ayahnya di tengah hutan di Rimbo Panjang dengan kondisi tidak bernyawa.

Ia mengatakan, selama ini kondisi ayahnya relatif sehat dan tidak memiliki riwayat jantung. Kondisi udara pada saat kejadian memang berselimut asap atau jerebu, karena di Rimbo Panjang sedang terjadi kebakaran lahan gambut.  

Sponsored

“Saat ditemukan kondisi almarhum sedang bersender di batang pohon seperti beristirahat, sedang meringkuk,” katanya.

Ia mengatakan pihak kepolisian dan rumah sakit menyarankan jenazah ayahnya untuk divisum, namun pihak keluarga memutuskan untuk langsung menguburkannya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kertama, Kota Pekanbaru, pada Minggu sore. (Ant)

Berita Lainnya