logo alinea.id logo alinea.id

Wiranto kenang BJ Habibie saat era Soeharto

BJ Habibie dan Wiranto sama-sama berada di kabinet Orde Baru Presiden Soeharto. Pesan Habibie masih terngiang oleh mantan Panglima ABRI itu.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Kamis, 12 Sep 2019 03:09 WIB
Wiranto kenang BJ Habibie saat era Soeharto

BJ Habibie dan Wiranto sama-sama berada di kabinet Orde Baru Presiden Soeharto.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto turut berduka cita atas meninggalnya Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie. 

Dia mengaku sudah lama mengenal mendiang Habibie. Bahkan, saat perancang pesawat N250 itu menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek).

"Saya sering bertemu dengan beliau, sering menunggu beliau saat menghadap Presiden (Soeharto) ya pada saat beliau Menteri Riset dan Teknologi saat itu," kata Wiranto saat tiba di kediaman BJ Habibie, di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/9).

Baginya, Habibie merupakan sosok yang optimistis dan kreatif di bidang teknologi. Buktinya, saat Presiden ke-2 RI Soeharto mencanangkan program penerapan teknologi dari hulu hingga hilir diserahkan kepada Habibie.

"Dan beliau mampu. Artinya beliaulah sebenarnya perintis awal teknologi Indonesia untuk maju. Terbukti apa? Dari mulai kita sangat terbelakang di bidang teknologi sampai kita bisa memproduksi pesawat terbang. Artinya apa? Artinya beliau pelopor teknologi Indonesia itu pasti," ucap Wiranto yang saat itu menjabat sebagai Panglima ABRI.

Setelah BJ Habibie menjadi Presiden ke-3, Wiranto juga menjadi pembantu Habibie sebagai menteri pertahanan merangkap Panglima ABRI. 

"Waktu itu, saya mengenal bahwa beliau juga seorang demokrat sejati, beliau berhasil keluar dari stigma Orde Baru masuk dalam suatu peralihan yang sangat sulit beliau bisa meyakinkan ke publik bahwa beliau sungguh-sungguh ingin membangun satu demokrasi baru di Indonesia," urainya.

Sponsored

Selain itu, kata Wiranto, Habibie merupakan sosok yang tidak tergiur dengan jabatan. Dikatakan Wiranto, hal itu terlihat saat mendiang Habibie ditunjuk untuk menjadi Presiden kembali.

"Dia tidak ngotot jadi presiden tetapi beliau justru mundur dari pencalonan presiden yang sangat mungkin dia bisa menang. Tapi dia mundur karena dia punya suatu konsistensi dalam membangun demokrasi. Sehingga beliau mundur kemudian memberi kesempatan presiden selanjutnya, Presiden Abdurahman Wahid untuk memimpin negeri ini," katanya 

Hingga beberapa waktu lalu, kata Wiranto, dirinya mengunjungi Habibie di kediamannya. Keduanya berbincang-bincang mengenai negeri ini dan Habibie tetap memberikan pandangan positif bagi bangsa.

Di mata Wiranto, Habibie dapat menjadi tokoh negarawan yang baik. Dia mengaku sering mendengar pandangan Habibie untuk mempertahankan bangsa ini. Bahkan dirinya masih mengingat pesan Presiden ke-3 Republik Indonesia itu.

"Pesan beliau yang saya masih ingat, rawatlah negeri ini, jagalah negeri ini, karena ini warisan yang sangat berharga bagi para pendahulu kita dan beliau konsisten tentang itu," kata Wiranto.