sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Wiranto usul petinggi TNI-Polri asuh mahasiswa Papua 

Wiranto mengusulkan agar mahasiswa Papua yang berada di perantauan diasuh pejabat tinggi TNI dan Polri.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Senin, 09 Sep 2019 18:52 WIB
Wiranto usul petinggi TNI-Polri asuh mahasiswa Papua 

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengusulkan agar mahasiswa Papua yang berada di perantauan dijadikan anak asuh oleh pejabat tinggi TNI dan Polri. Menurut Wiranto, hubungan seperti itu efektif untuk membangun rasa percaya diri mahasiswa Papua. 

"Nanti ada hubungan. Mereka akan diawasi, dirawat. (Kita) punya hubungan komunikasi dengan mereka sehingga adik-adik Papua dan Papua Barat merasa nyaman di mana pun mereka berada. Mereka nantinya agar merasa sebagai bagian bangsa Indonesia lebih dalam. Tidak terisolasi dan eksklusif," ujar Wiranto di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (9/9). 

Menurut Wiranto, saat ini ada 835 mahasiswa Papua yang pulang ke kampung halamannya karena khawatir kasus-kasus rasialisme yang terjadi di Surabaya dan beberapa kota lainnya menimpa mereka. Mereka juga khawatir akan ada aksi balas dendam dari warga setempat di kota tempat mereka merantau.

"Jumlahnya sekarang yang dilaporkan sekitar 835. Cukup banyak. Tetapi kembali tadi, ini juga berakar dari akibat adanya provokasi dan informasi yang tidak benar," ujar Wiranto. 

Dijelaskan Wiranto, banyak hoaks beredar yang menyebut tanah Papua bergejolak dan kaos. Hoaks tersebut mendorong para mahasiswa di Jawa pulang kampung beramai-ramai. Namun, mereka kecele saat tiba di kampung halaman. 

"Panglima TNI sudah bertemu dengan orang tua mereka. Ternyata setelah kembali ke sana, melihat Jayapura masih terang benderang dan tidak masalah. Mereka nyesel dan kemudian ingin kembali lagi ke daerah tempat mereka belajar," ujar Wiranto. 

Pemerintah, lanjut Wiranto, akan mengakomodasi keinginan para mahasiswa untuk kembali ke kota-kota tempat mereka menempuh pendidikan. Salah satunya dengan menyediakan dua pesawat Hercules T130 gratis untuk para mahasiswa. "Kita ingin mengembalikan mereka untuk studi," ujar dia. 

Mahasiswa diminta tak terpancing

Sponsored

Pada kesempatan yang sama, Wiranto juga angkat suara terkait kabar yang menyebut asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, diteror orang tak dikenal. Menurut dia, kabar tersebut belum jelas kebenarannya dan potensial merupakan hoaks yang disebarkan pihak-pihak yang tak ingin Papua damai. .

"Mereka tidak senang kalau keadaan itu aman, tidak senang kalau keadaan mulai kondusif. Jangan terpancing dulu. Belum tentu benar. Yang ada malah ada aparat keamanan dipentungi, dipukuli oleh adik-adik kita Papua. Ada kabar itu juga. Tapi, sementara sedang kita usut. Kita tuntaskan," tegas dia.

Sebelumnya, salah satu penghuni asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Yoab Orlando, mengungkapkan ada orang yang melemparkan karung berisi ular ke asramanya. 

"Pagi tadi, saat masih gelap, ada empat orang berpakaian preman berhenti di depan asrama. Mereka masukan ular. Ada tiga ekor itu di dalam karung terbuka," ujar Yoab.

Sebelumnya, kasus rasialisme di asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, merupakan salah satu pemicu aksi unjuk rasa disertai kerusuhan di sejumlah kota di tanah Papua. Sejumlah personel TNI dan warga sipil sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus rasialisme tersebut.