sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jemaah tabligh asal Bangladesh dipindah ke Wisma Atlet Kemayoran

Pemindahan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Pandeglang.

Khaerul Anwar
Khaerul Anwar Jumat, 17 Apr 2020 10:18 WIB
Jemaah tabligh asal Bangladesh dipindah ke Wisma Atlet Kemayoran
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Lima jamaah tabligh asal Bangladesh dievakuasi ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran Jakarta. Pemindahan tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus SARS-CoV-2 di Pandeglang, Banten.

Proses evakuasi ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta dilakukan Kamis(16/4). Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pandeglang, melakukan evakuasi bersama Polres Pandeglang, Dinas Kesehatan Pandeglang, dan Satpol PP.

Sebelumnya, hasil rapid test dari lima orang Warga Negara Asing (WNA) Bangladesh tersebut, dua di antaranya dinyatakan positif Covid-19. Juru Bicara Penanganan COVID-19 Pandeglang, Akhmad Sulaeman mengatakan berdasarkan pemeriksaan diketahui WNA tersebut masuk ke Pandeglang secara diam-diam pada 4 April 2020. 

Sulaeman mengungkapkan WNA tinggal di salah satu masjid di daerah Menes.

"Awalnya masyarakat tidak menyadari karena memang kegiatannya hanya satu masjid. Warga baru tahu, pada saat salat Jumat 10 April 2020," kata Sulaeman saat dikonfirmasi, Jumat (17/4).

Setelah menyadari kehadiran WNA tersebut, warga setempat langsung melaporkan ke kecamatan. Kemudian, Tim Gugus Tugas Pandeglang bersama Polsek dan Koramil Pandeglang, meminta WNA tetap di masjid sebelum menjalani tes kesehatan.

Setelah itu, WNA dipindahkan ke salah satu pondok pesantren dan menjalani rapid test Covid-19. Hasilnya, dua orang di antaranya reaktif. Lalu kelimanya langsung diisolasi di pesantren tersebut. 

Tim Gugus Tugas Covid-19 Pandeglang tetap melakukan pemeriksaan swab terhadap lima orang WNA asal Bangladesh. Hal tersebut untuk memastikan mereka terpapar Covid-19 atau tidak.

Sponsored

Kelima WNA itu pernah kontak langsung dengan puluhan santri di Menes dan Majasari. "Misal hasilnya positif, akan menjadi tracing yang agak berat, karena sebelumnya mereka pernah bertemu dengan santri-santri di Pandeglang," tandasnya.

Berita Lainnya