sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

YPI kritik Pemkab Samosir terkait bocah pengidap HIV dilarang sekolah

Masih banyak kalangan masyarakat yang belum paham mengenai penyakit HIV.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Rabu, 24 Okt 2018 12:23 WIB
YPI kritik Pemkab Samosir terkait bocah pengidap HIV dilarang sekolah

Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) mengecam aksi pelarangan tiga siswa pengidap HIV di Desa Nainggolan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, untuk bersekolah. Karena adanya penolakan dari sejumlah pihak, YPI mengkritik peran Pemerintah Kabupaten Samosir yang tak informatif kepada masyarakat terkait penyakit HIV.

Ketua Badan Pengurus YPI, Zahrin Piliang, mengatakan Pemkab Samosir seharusnya memberikan informasi yang benar kepada masyarakat karena HIV tidak akan menular hanya karena bersentuhan. Dengan masih adanya pemikiran demikian, membuktikan masih banyak kalangan yang belum paham mengenai penyakit tersebut.

“Berbagai kasus penolakan seperti ini terjadi karena lagi-lagi pengetahuan masyarakat akan HIV/AIDS masih minim,” kata Zahrin di Samosir, Sumatera Utara, pada Rabu, (24/10).

Zahrin pun mengimbau agar pihak sekolah, seperti kepala sekolah, guru, siswa serta orang tua siswa untuk diberikan pemahaman dan sosialisasi yang benar terkait cara pendekatan sosial dan pendekatan kesehatan bagi anak-anak yang mempunyai latar belakang HIV ini.

“Dari kasus serupa yang sudah terjadi sebelumnya, biasanya pihak sekolah bisa menerima setelah diberikan penjelasan medis oleh dokter. Tak hanya itu, siswa maupun orang tua siswa pun berlaku sama, dapat menerima anak pengidap HIV untuk bisa bersekolah tanpa perlakuan diskriminatif,” ujarnya.

Saat ini, kata Zahrin, ketiga anak yang masih berusia 12 tahun itu terancam diusir dari Kabupaten Samosir. Sebab, masyarakat di mana ketiganya bertempat tinggal tidak mau anak-anak pengidap HIV itu bersekolah di tempat yang sama dengan anak-anak mereka.

“Kami sangat mengecam diskriminatif itu, jangan rebut hak mereka untuk bersekolah,” kata Zahrin.

Karena itu, pihaknya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Samosir untuk tidak bersikap diskriminatif terhadap ketiga anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan khusus. 

Sponsored

 "Ketiga anak tersebut tidak boleh diasingkan dari lingkungan masyarakat, melainkan harus bisa bergaul dengan bebas bersama anak seusia mereka," katanya.

Selain itu, peran psikologi anak juga dibutuhkan dalam hal ini, di mana anak pengidap HIV juga harus diberi pendampingan oleh psikolog sehingga kesehatan jiwa mereka tidak terganggu.

"Sebagai lembaga yang konsern terhadap perlindungan anak, YPI siap mendampingi ketiga korban untuk mendapatkan hak-hak mereka bersama-sama dengan lembaga-lembaga anak lainnya," katanya. (Ant)