sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Anehnya sundulan Hojbjerg yang membuat Liverpool selamat

Ketika Hojbjerg mendapatkan sundulan itu, Conte menggerakan kepalanya, seperti ingin menyundul bola itu.

Fitra Iskandar
Fitra Iskandar Minggu, 08 Mei 2022 07:06 WIB
Anehnya sundulan Hojbjerg yang membuat Liverpool selamat

Liverpool sudah memainkan pertandingan ke-35 nya musim ini. Kubu The Reds pun memuncaki klasemen Liga Inggris, menyalip Manchester City. Meski kedua tim sama-sama mengantongi poin 83, Liverpool lebih unggul selisih gol. 

Namun, situasi ini tidak menggembirakan bagi klub Merseyside itu. Sejatinya, kans Liverpool untuk juara justru menipis. The Reds gagal meraih tiga poin karena bermain imbang dengan Totenham Hotspur, 1-1, Sabtu malam. Apalagi Manchester City juga belum memainkan pertandingan pekan ke-35 nya melawan Newcastle United.

Nasib Liverpool sebenarnya bisa lebih buruk di menit-menit akhir laga ketika Pierre-Emile Hojbjerg mendapatkan peluang emas yang dieksekusi secara aneh. Keanehan yang dilakukan Emile adalah memilih untuk menyundul bola ke Harry Kane daripada ke gawang yang sudah menganga, yang akhirnya jatuh ke pemain Liverpool. Hojbjerg saat itu sudah berhadap-hadapan dengan kiper Alisson dan tidak terkawal.

Di pinggir lapangan pelatih Antonio Conte bereaksi seolah tak habis pikir. Ketika Hojbjerg mendapatkan sundulan itu, Conte menggerakan kepalanya, seperti ingin menyundul bola itu ke dalam gawang. Namun harapan Conte tidak sesuai dengan kenyataan. Hojbjerg justru menjauhkan bola dari gawang, Conte spontan berjongkok dan memegangi kepalanya. Reaksinya sama dengan para pemain cadangan Spurs.  

Liverpool sempat tertinggal setelah Son Heung-Min sukses mengkonversi peluang sodoran Sessegnon pada menit 56. Liverpool baru bisa merespons untuk menyamakan kedudukan pada menit 74, melalui aksi Luis Diaz. Bola sepakan kerasnya dari luar kotak penalti berbelok saat dihalau Rodrigo Bentancur sehingga kiper Hugo Lloris bergeming, tak sempat bergerak melakukan penyelamatan. 

Dalam laga di Anfield itu, Liverpool mendominasi penguasaan bola tetapi Tottenham berusaha keras dalam bertahan dan kadang-kadang memanfaatkan keberuntungan mereka.

Virgil van Dijk nyaris mencetak gol sebelum jeda ketika ia menyundul tendangan sudut yang membentur mistar gawang sementara Diaz memaksa Lloris melakukan penyelamatan yang bagus.

Tottenham, yang tampil tak terkalahkan dari pertandingan melawan Liverpool dan City musim ini, selalu menjadi ancaman dalam serangan balik dan mereka memimpin dengan gaya klinis. Liverpool mengepung gawang Tottenham setelah gol Diaz, tetapi gol yang ditunggu tak kunjung datang. Kedudukan 1-1.

Sponsored

Pada akhirnya hasil imbang adalah hasil yang mengecewakan bagi kedua klub dalam ambisi masing-masing, Liverpool untuk merebut kembali gelar dan Tottenham untuk finis di empat besar.

"Sangat sulit untuk bermain melawan lawan dengan pemain kelas dunia dan manajer kelas dunia ketika mereka memiliki waktu seminggu untuk mempersiapkan diri dan kami bermain setiap tiga hari," kata pelatih Liverpool Jurgen Klopp usai laga.

"Ruang ganti tidak terbang, ayolah, tetapi ada permainan lain untuk dimainkan. Kami hanya harus terus berjalan," imbuhnya.

Liverpool dan Manchester City sama-sama mengumpulkan 83 poin sementara Tottenham tetap di peringkat kelima dengan 62 poin, satu angka di belakang tim peringkat keempat Arsenal yang akan menjamu Leeds United pada Minggu.

“Ini adalah poin besar, tetapi kami kecewa pada akhirnya,” kata Son Heung-Min, yang kini hanya tertinggal dua gol di belakang Mohamed Salah dalam perebutan Sepatu Emas Liga Inggris. (Thestar)

Berita Lainnya