sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Cegah corona, KONI Jatim terapkan dua pola puslatda pra-PON Papua

Upaya ini agar atlet tetap peak performance saat PON 2020 Papua.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Rabu, 25 Mar 2020 14:15 WIB
Cegah corona, KONI Jatim terapkan dua pola puslatda pra-PON Papua
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Timur (KONI Jatim) mengubah pola pusat pelatihan daerah (puslatda). Menyusul merebaknya pandemi coronavirus anyar (Covid-19) di Tanah Air.

Para atlet yang akan berpartisipasi dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua, diminta berlatih mandiri di rumah (training from home/TFH). Juga dilakukan tertutup (steril).

"Dua pola puslatda ini, mulai berlaku 23 Maret-23 April. Kami harus melindungi atlet dari berlatih bersama yang berpotensi terjangkit Covid-19," ucap Ketua Umum KONI Jatim, Erlangga Satriagung, via keterangan tertulis, Rabu (25/3).

Pelaksanaan puslatda tertutup digelar di satu tempat dengan fasilitas penginapan dekat lokasi berlatih. Dilaksanakan dengan ketentuan tertentu.

Pertama, seluruh personel masing-masing cabang olahraga (cabor), pelatih, atlet, mekanik, dan rekan latihan, dilarang berinteraksi fisik dengan setiap orang. Kecuali tim puslatda cabor dan tim yang ditugasikan KONI Jatim.

Setiap personel puslatda pun dilarang keluar dari kamp. Kecuali keperluan berobat atau kepentingan mendesak lainnya.

Kemudian, seluruh atlet wajib melaksanakan jaga jarak fisik (physical distancing). Minimal satu meter dengan personel tim puslatda yang lain.

Latihan fisik, teknik, dan taktik dilakukan di masing-masing kamp. Sesuai program pelatih.

Sponsored

"Setiap atlet wajib menjaga asupan gizi yang dibutuhkan. Sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Tim Gizi BSS KONI Jatim dan istirahat cukup," tuturnya.

Para atlet juga mesti mendapatkan persetujuan tertulis dari orang tua/wali masing-masing. Sebelum mengikuti puslatda tertutup.

Selanjutnya, setiap personel yang terlibat wajib melakukan tes kesehatan terkait Covid-19. Sebelum masuk puslatda terturtup.

Sedangkan puslatda mandiri, dilakukan di rumah masing-masing. Para atlet melaksanakan latihan fisik, teknik, dan taktik sesuai program pelatih.

Pelatih pun diwajibkan memantau atlet saat jam-jam latihan yang ditetapkan. Melalui konferesi atau panggilan video.

Selama puslatda mandiri, atlet dilarang keluar rumah. Kecuali untuk keperluan berobat atau hal mendesak lainnya.

"Selain itu, penerapan social distancing juga wajib dilakukan atlet. Dan tentang asupan gizi, juga sama dengan pola puslatda tertutup," kata Erlangga.

Bagi atlet yang tengah menjalani rehabilitasi atau pemulihan, diwajibkan menjalani kamp di KONI Jatim. 

"Ini adalah langkah darurat. Karena Covid-19. Tapi, kami berharap, tetap bisa menjaga kondisi atlet. Agar tetap mencapai peak performance saat PON mendatang," tutupnya.

Berita Lainnya