sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Coronavirus harus jadi pertimbangan gelar Formula E Jakarta

Kalau tetap dilaksanakan, JMN yakin, takkan dapat apa-apa. Karena fan akan berpikir ulang untuk menonton langsung.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Senin, 09 Mar 2020 19:26 WIB
Coronavirus harus jadi pertimbangan gelar Formula E Jakarta
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 244676
Dirawat 57796
Meninggal 9553
Sembuh 177327

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diharapkan, mempertimbangkan coronavirus (Covid-19) dalam memutuskan keberlanjutan Formula E. Apalagi, telah menyebar di Tanah Air.

"Saya kira, itu harus jadi bahan pertimbangan juga," ujar Wakil Ketua DPRD Jakarta, Mohamad Taufik, Senin (9/3). 

Pemerintah mengumumkan, pasien terkonfirmasi terinfeksi Covid-19 mencapai 19 orang, beberapa saat lalu. Mulanya, 2 Maret, hanya dua jiwa.

Sedangkan di Ibu Kota, merujuk corona.jakarta.go.id pada hari ini, pukul 19.00, sebanyak 64 orang dalam pemantauan (OPD) dan 298 jiwa lainnya telah selesai. Adapun 57 pasien masih dirawat serta 70 orang sudah pulang dan dinyatakan sehat.

Data tersebut, agregat per 21 Januari 2020. Merujuk laporan fasilitas kesehatan (faskes) di Jakarta. Pun telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Adanya kasus itu, menjadi alasan anyar DPRD Jakarta mendorong Formula E dibatalkan. Sebelumnya dengan dalih Monumen Nasional (Monas)–lokasi balapan–sebagai cagar budaya dan anggaran jumbo.

Kendati demikian, menurut Taufik, pihak mana pun takbisa memaksakan pembatalan Formula E secara sepihak. Keputusan mesti melalui rapat.

"Kan, enggak bisa tiba-tiba putusin. Yang sana (Formual E Operations/FEO), bisa marah. (Harus) ada komunikasi. Kan, event-event di dunia, juga ada yang ditunda," tuturnya.

Sponsored

FEO merupakan pemegang lisensi balap Formula E. Jika memutuskan sepihak, menurut Ketua DPD Partai Gerindra Jakarta ini, pemprov bakal dicap tak profesional.

Dirinya lalu mendorong Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, berkoordinasi dengan FEO. "Harus ada komunikasi," ucap dia.

Terpisah, Ketua Badan Kajian Jakarta Monitoring Network (JMN), Isac Kharis Tahtawira, juga mendorong Formula E mesti ditunda. Alasannya, jumlah pasien terinfeksi Covid-19 terus naik.

"Meski pemerintah terus berjuang menahan laju penyebarannya, kasus corona harus jadi pertimbangan serius dalam melanjutkan Formula E di Jakarta," paparnya.

Dirinya mengingatkan, FEO telah memutuskan menunda pelaksanaan Formula E di China dan Italia. "Alasannya, karena corona," ujarnya.

Mengutip situs web pelacak Johns Hopkins Center for Systems Science and Engineering pada Senin, pukul 19.10 WIB, total kasus positif conovirus mencapai 111,354 orang. Menyebar di 109 negara.

China dan Italia merupakan negara tiga besar pandemi Covid-19 secara global. Sedangkan Indonesia, di posisi ke-46.

Isac optimistis, FEO bakal memahami alasan Pemprov Jakarta membatalkan Formula E. "Penalti pembatalannya sekitar US$50 juta, enggak akan sebesar potensi kerugian akibat penyebaran corona," ujarnya.

"Kalau tetap dipaksakan digelar, Jakarta enggak akan dapat apa-apa. Termasuk devisa dari pariwisata. Saya yakin. Karena para fan akan berpikir ulang rencana mereka menonton secara langsung," tutupnya.

 

Berita Lainnya