sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

FIFA akan disiplinkan asosiasi sepak bola Argentina dan Brasil

Menyusul adanya dugaan pelanggaran aturan pertandingan dalam laga yang seharusnya dihelat di Arena Corinthians, São Paulo, Brasil.

Michael Jason Saputra
Michael Jason Saputra Rabu, 08 Sep 2021 14:49 WIB
FIFA akan disiplinkan asosiasi sepak bola Argentina dan Brasil

FIFA mengonfirmasikan, bahwa tindakan pendisiplinan akan diambil asosiasi sepak bola sedunia tersebut, terhadap asosiasi sepak bola Argentina dan Brasil. Hal itu disampaikan FIFA lewat akun Twitter FIFA Media pada Selasa (7/9). Hal ini menyusul adanya dugaan pelanggaran aturan pertandingan dalam laga yang seharusnya dihelat di Arena Corinthians, São Paulo, Brasil pada Minggu (5/9). 

“Menyusul analisis terhadap laporan resmi pertandingan yang berkaitan dengan laga kualifikasi Piala Dunia FIFA antara Brasil dan Argentina, FIFA dapat mengonfirmasikan bahwa proses pendisiplinan telah dimulai dan akan melibatkan kedua asosiasi (nasional) anggota (FIFA). Kedua tim telah diminta untuk memberikan informasi lebih lanjut mengenai hal-hal yang mengakibatkan pembatalan laga, yang akan dikumpulkan dan setelahnya ditinjau secara dalam oleh Komite Kedisplinan FIFA. Informasi-informasi terbaru akan menyusul sesuai dengan waktunya,” seperti dikutip Associated Press pada Selasa (7/9).

FIFA sendiri tidak menerangkan dugaan aturan mana saja yang dilanggar oleh asosiasi sepak bola Argentina dan Brasil.

Pada Minggu (5/9), laga kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Brasil dan Argentina dibatalkan setelah baru berjalan hanya selama tujuh menit. Beberapa orang yang diduga pejabat kesehatan Brasil memaksa masuk ke dalam arena pertandingan dan menanyakan status karantina para pemain timnas Argentina. Empat orang pemain Argentina diketahui juga bermain di Liga Premier Inggris dan dituduh telah melanggar peraturan karantina Brasil dengan tidak menyatakan bahwa mereka berada di Britania Raya-yang termasuk dalam daftar negara dengan resiko tinggi versi pemerintah Brasil-dalam jangka waktu 14 hari terakhir. 

Kericuhan di stadion berakhir dengan walk out timnas Argentina dan keputusan untuk memulangkan keempat pemain yang diduga melanggar aturan karantina ke Buenos Aires, yang secara otomatis membatalkan pertandingan.

Timnas Argentina sebelumnya diketahui tiba di Brasil dari Caracas, Venezuela pada Jumat pagi setelah pada malam sebelumnya mengalahkan tuan rumah Venezuela 3-1. Dokumen otoritas kesehatan São Paulo yang berhasil didapatkan Associated Press, menunjukkan adanya dugaan penyediaan informasi palsu mengenai status perjalanan para pemain kepada otoritas Brasil agar diperbolehkan memasuki negara tersebut.

Badan Pengatur Kesehatan Brasil (ANVISA) menyatakan bahwa mereka menyarankan karantina bagi timnas Argentina sebagai alternatif dari deportasi. Namun, para pemain tetap juga tidak dikarantina. Timnas Argentina sendiri diberikan rekomendasi oleh pihak yang tidak disebutkan namanya untuk mengajukan dispensasi dari karantina kepada pemerintah Brasil. Dokumen yang lain, yang dikirim kepada presiden Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) Alejandro Dominguez mengungkapkan bahwa permohonan dispensasi tersebut ditolak. 

Pada Juni lalu, pemerintah Brasil mengeluarkan persyaratan karantina baru bagi mereka yang berada di Inggris dua minggu sebelum kedatangannya di negara tersebut. Dua dokumen lainnya dari Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) menyatakan bahwa regulasi ini juga telah diberitahukan pada CONMEBOL beserta asosiasi sepak bola Argentina dan Peru dengan kemungkinan pengajuan permohonan dispensasi. Namun, Kepala Staf Kepresidenan Brasil – yang menurut regulasi pemerintah berhak untuk mengabulkan atau menolak permohonan dispensasi – menyatakan bahwa mereka tidak menerima permohonan dispensasi bagi timnas Argentina.

Sponsored

Hal ini menunjukkan kemungkinan adanya kesalahan di pihak CONMEBOL, selain juga dengan kedua asosiasi sepak bola Argentina dan Brasil dan FIFA sendiri, yang diketahui menempatkan pengawas-pengawas dalam pertandingan untuk memastikan dipatuhinya regulasi FIFA.
 

Berita Lainnya