sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Infrastruktur Formula E akan dipakai untuk sport tourism lain

Jakpro meminta PMD Rp767 miliar untuk mengadakan kegiatan tersebut.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Jumat, 14 Feb 2020 20:54 WIB
Infrastruktur Formula E akan dipakai untuk <i>sport tourism</i> lain
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2956
Dirawat 2494
Meninggal 240
Sembuh 222

PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro mengklaim, infrastruktur bekas Formula E yang akan dibangun dapat dipakai untuk ajang balapan lain. Lintasan rencananya berada di kawasan Medan Merdeka, DKI Jakarta.

Usai mengadakan lomba cepat jet darat listrik itu, Direktur Utama PT Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto, menyatakan, pihaknya akan menyelenggarakan wisata olahraga (sport tourism) lainnya. Dengan memanfaatkan aset tersebut.

"Kami sudah punya kerja sama. Sekarang, Jakpro sudah jadi corporate member-nya Ikatan Motor Indonesia (IMI). Kita dorong adrenaline dari para kalangan muda yang akan bawa dampak ke ekonomi ke pariwisata," ujarnya di Jakarta, Jumat (14/2). 

Dia menambahkan, Jakpro mengajukan anggaran penyertaan modal daerah (PMD) ke DPRD Jakarta Rp767 miliar. Guna menggelar Formula E. Perinciannya: Infrastruktur Rp344 miliar dan biaya komitmen (commitment fee) Rp423 miliar.

Usul tersebut telah dipresentasikan ke mitra kerja di "Kebon Sirih". Baik Komisi B maupun Komisi C DPRD Jakarta.

"Commitment fee atau bank garansi enggak hilang. Karena kalau sudah selesai acaranya, ya, uangnya dikembalikan lagi," tutur Dwi.

Aspal Trek
Jakpro berencana mengaspal lintasan pada Maret 2020. Akan dibuat sesuai standar Formula E Operation (FEO). "Berbeda dengan Formula 1, Formula 2," ucapnya. Ditargetkan rampung dua bulan sebelum kegiatan.

Akan ada dua opsi aspal trek. Permanen atau nonpermanen. Kepastiannya menunggu keputusan Dinas Kebudayaan (Disbud) Jakarta.

Sponsored

"Bisa aspal yang permanen, bisa juga yang dibongkar, tetapi kalau tidak dibongkar, juga tidak apa-apa. Karena cabblestone itu, kan, bukan resapan. Di bawahnya, kan. ada semen. Apalagi, kalau kamu pakai kursi roda lewat cabbelstone, bisa enggak? Itu, kan, enggak ramah disabilitas," urainya.

Dwi berharap, aspal lintasan permanen. Lantaran lebih berfaedah. Khususnya, bagi kaum disabilitas. "Jangan diangkat atau kelupas lagi," katanya.

"Proses terakhir, adalah homologasi atau semacam sertifikasi. Yang akan dilakukan dan diberikan oleh FIA (Fédération Internationale de l'Automobile)," tambah dia. Pengaspalan diklaim berlangsung dua bulan dan takkan mengganggu arus lalu lintas Medan Merdeka. 

Perusahaan pelat merah ini juga tengah mempersiapkan infrastruktur lain. Macam garasi portabel dan pembatas jalan (barrier). Keduanya bakal dipasang sepekan sebelum acara.

Berita Lainnya