sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jakarta terancam gagal jadi tuan rumah Formula E 2022

Gagalnya Jakarta sebagai tuan rumah Formula E 2022 pun akan berimbas terhadap kerugian negara.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Jumat, 03 Sep 2021 15:08 WIB
Jakarta terancam gagal jadi tuan rumah Formula E 2022

Pengamat kebijakan publik, Sugiyanto, berpendapat, Federasi Otomotif Internasional (FIA) berpeluang membatalkan pelaksanaan Formula E di DKI Jakarta. Pangkalnya, interpelasi terhadap rencana kegiatan tersebut pada 2022 masih terus bergulir dan terancam menjadi polemik berkepanjangan.

"Atas polemik interpelasi Formula E dan permasalahan lainnya, maka FIA selaku pengelola Formula E di New York, Amerika Serikat dan Formula E Organization (FEO), akan terganggu dan ragu. Boleh jadi FIA bisa saja membatalkan penyelenggaran Formula E di Jakarta," ucapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (3/9).

Dalam kalender sementara yang telah dikeluarkan FIA, tidak ada jadwal untuk Jakarta. Namun, terdapat jadwal kosong pada 4 Juni 2022 dengan status belum diputuskan (to be decided). 

Sementara itu, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Jakarta menggelontorkan interpelasi kebijakan Gubernur Anies tentang pelaksanaan Formula E 2022. Keputusan bergulirnya hak dewan tersebut akan diputuskan dalam rapat paripurna.

Sugiyanto melanjutkan, dampak pembatalan Jakarta sebagai tuan rumah Formula E 2022 bakal berisiko. Pangkalnya, pemprov telah menggelontorkan APBD sebesar Rp983,31 miliar yang terdiri dari biaya komitmen Rp560 miliar dan pembayaran bank garansi Rp423 miliar.

"Apabila batal, maka uang rakyat itu berpotensi hagus sehingga dapat menimbulkan kerugian negara," jelasnya.

"Dari sini dapat berpotensi menjadi kasus hukum. Boleh jadi akan dapat menyeret Gubernur Anies Baswedan ke dalam kasus hukum sebab Anies yang menginginkan kegiatan Formula E itu," imbuhnya.

Dirinya pun berharap DPRD Jakarta melanjutkan interpelasi tersebut sehingga dapat ditemukan solusi jitu untuk menuntaskan semua persoalan. Caranya, tujuh fraksi yang menolak agar turut menggolkan interpelasi.

Sponsored

"Ini penting agar pro dan kontra ini tidak terus berlanjut," tegasnya. "Dengan demikian, maka segala persoalan akan menjadi terang benderang. Ini, kan, sederhana tidak diperlu dikhawatirkan bahkan bisa menuntaskan polemik yang ada selama ini."

Berita Lainnya