sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kemenpora diminta susun program masa tua atlet

Hingga kini, pemerintah hanya memberika bonus seumur hidup bagi para atlet yang meraih medali dalam ajang Olimpiade.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Jumat, 13 Agst 2021 16:58 WIB
Kemenpora diminta susun program masa tua atlet

Ketua DPD RI, La Nyalla Mahmud Mattalitti, meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyusun program bagi masa tua atlet. Tujuannya, membantu kesejahteraan para mantan atlet ataupun yang sudah tidak produktif.

Pernyatan ini disampaikan dalam merespons kondisi eks atlet dayung, Abdul Razak, yang kini menjadi nelayan sederhana di kampungnya, Wakatobi. Razak pernah menyabet 4 emas di Sea Games Malaysia 1989, 3 emas Sea Games Singapura 1993, 1 perak dan 1 perunggu di Asian Games Beijing 1990, serta melaju hingga perempat final Olimpiade Barcelona 1992.

"Prestasi mereka tidak boleh diabaikan karena telah mengharumkan nama bangsa. Kehidupan masa tua para atlet tersebut harus mendapatkan jaminan," ucapnya dalam keterangan tertulis. Jumat (13/8).

Menurut La Nyalla, Kemenpora baru memiliki program tunjangan hari tua bagi mantan atlet yang pernah meraih medali di Olimpiade. Masing-masing menerima tunjangan bulanan sebesar Rp20 juta bagi peraih emas, Rp15 juta (perak), dan Rp10 juta (perunggu) serta berlaku seumur hidup.

"Kita berharap semoga semua atlet berprestasi, minimal Sea Games, harus diberi tunjangan hari tua dengan besaran yang disesuaikan. Pemerintah bisa menggandeng BUMN dan pihak swasta dalam memfasilitasi pemberian tunjangan kepada atlet-atlet tersebut," tuturnya.

Untuk merealisasikannya, sambung dia, Kemenpora pun mesti memiliki data lengkap tentang atlet dan mantan atlet dari semua cabang olahraga (cabor). Dengan demikian, pemerintah dapat memantau keberadaan para atlet usia produktif ataupun yang sudah tidak produktif. 

"Sepertinya Kemenpora baru fokus kepada atlet-atlet yang masih produktif. Pembinaan usia dini, sekolah khusus olahraga, juga pelatnas. Untuk para mantan atlet kurang termonitor," jelasnya.

Selain itu, La Nyalla meminta pemerintah memperhatikan seluruh cabor bukan hanya yang digandrungi masyarakat, seperti sepak bola, bulu tangkis, dan voli. "Ini akan memacu semangat para atlet untuk terus berprestasi."

Sponsored

Di sisi lain, dirinya berharap para atlet yang mendapatkan penghargaan berupa uang ataupun bentuk lainnya dapat memanfaatkannya dengan bijak. "Masa emas atlet tidak panjang, makanya perlu dipikirkan investasi masa depan, untuk hari tua," tutupnya.

Berita Lainnya