sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Lapangan JIS pakai rumput alami asal Boyolali dan sintesis

Pemakaian rumput hybrid dalam lapangan sepak bola memiliki segudang keunggulan selain sesuai rekomendasi FIFA.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Sabtu, 26 Jun 2021 08:51 WIB
Lapangan JIS pakai rumput alami asal Boyolali dan sintesis

Jakarta International Stadium (JIS) akan menggunakan perpaduan rumput sintesis dan alami (hybrid) dengan komposisi masing-masing 5% dan 95%. Upaya tersebut diklaim sebagai yang pertama di Indonesia.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro, Nadia Diposanjoyo, menyatakan, rumput alami yang digunakan jenis Zoysia Matrella dan didatangkan langsung dari Boyolali, Jawa Tengah (Jateng). Perawatannya tidak menggunakan pestisida melainkan burung kaki bayam.

"Burung kaki bayam ini nanti kita pelihara. Nantinya, juga akan ada kandangnya sekaligus pawangnya di sekitar JIS," ucapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (25/6). Akan 5-10 ekor yang dipelihara ke depannya.

"Ini sekaligus menjaga kualitas JIS yang merupakan stadion pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikat green building level platinum, yakni predikat bangunan yang ramah lingkungan level tertinggi," tambah dia. Adapun rumput sintetis yang dipakai jenis Limonta asal Italia.

Nadia menerangkan, standar pemakaian rumput tersebut sesuai rekomendasi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). Kemudian, mempertimbangkan hasil studi banding ke beberapa stadion berstandar FIFA di sejumlah negara, seperti Singapura, Inggris, dan Spanyol.

"Sebagai perbandingan, stadion-stadion di Eropa seperti Allianz Arena Stadium milik klub raksasa Jerman Bayern Munchen; Wanda Metropolitano Stadium di Madrid, Spanyol; hingga Tottenham Hotspur Stadium di London, Inggris; juga menggunakan rumput hybrid," tuturnya.

Selain itu, penggunaan rumput hybrid disebut memiliki daya serap air yang baik selain daya tahan tiga kali lipat dibanding rumput alami. Dengan demikian, air akan lebih cepat turun hingga lapisan terbawah.

Dari sisi pemakaian, rumput hybrid bisa digunakan dua kali pertandingan sepak bola berskala internasional dalam satu hari. "Keunggulan lainnya," imbuhnya, "sangat cocok dengan kondisi iklim pesisir."

Sponsored

Dirinya berkeyakinan, pemanfaatan rumput hybrid bakal menjadi tren lapangan sepak bola modern di masa depan. Hal-hal tersebut juga menjadi pertimbangan Jakpro memilih menggunakannya untuk lapangan utama dan dua lapangan latih.

Di sisi lain, Nadia mengungkapkan, progres pembangunan kontruksi JIS mencapai 60,28% hingga minggu ke-94. Jakpro bersama kerja sama operasi (KSO) telah melakukan pengangkatan (lifting) rangka atap pada 17 Juni lalu.

Setelah pengangkatan rangka atap, proses selanjutnya penyambungan struktur atap pada kepala kolom (pier head). Pengerjaannya dengan menggunakan end-truss sebagai adjustment dengan metode pengelasan (welding) di atas, yang diprediksi akan berlangsung selama dua pekan.

Berita Lainnya