Olahraga / Sepak Bola

Mantan pesepak bola dituduh terlibat dengan klub mafia

Mantan penyerang Juventus dihukum bersalah karena memiliki senjata api dan dituding terafiliasi dengan klub mafia.

Mantan pesepak bola dituduh terlibat dengan klub mafia
Mantan pemain Juventus tersebut dituduh terlibat dalam sebuah kelompok mafia/Wikipedia

Mantan pesepak bola Vincenzo Iaquinta dijatuhi hukuman penjara dua tahun. Laquinta diputus bersalah atas kepemilikan senjata api oleh pengadilan. Selain senjata api, Laquinta disebut terlibat dalam sebuah kelompok mafia. 

Reuters melaporkan mantan penyerang Juventus yang juga bagian dari skuat tim nasional Italia yang menjuarai Piala Dunia 2006 itu merupakan satu dari 148 orang yang diadili terkait keterlibatan mereka dengan 'Ndrangheta. 'Ndrangheta diketahui sebuah mafia besar di Italia selatan, Calabria.

Namun pengadilan membebaskan Laquinta atas keterlibatan langsung dengan mafia. Sementara ayahnya divonis bersalah dan dijatuhi hukuman penjara 19 tahun. Ayah Laquinta merupakan satu dari sedikitnya 120 orang yang divonis bersalah.

Pengadilan menganggap Laquinta secara ilegal menyerahkan dua pucuk senjata api kepada ayahnya. Padahal sang ayah berada di bawah putusan pengadilan dilarang memiliki senjata api. Laquinta pun menyangkal melakukan kesalahan sebagaimana putusan pengadilan.

"Mereka merusak hidup saya hanya karena berasal dari Calabria. Kami tidak melakukan apa-apa dan tak ada sangkut pautnya dengan 'Ndrangheta. Saya menderita seperti anjing akibat sesuatu yang tidak jelas," seru Laquinta sembari meninggalkan gedung pengadilan.

Menurut Laquinta, senjata api yang diberikan ke ayahnya demi keamanan karena berencana pindah rumah.

Di Italia, seorang terdakwa bisa mengajukan dua kali banding sebelum putusan inkracht. Pun ketika putusan sudah inkracht, kecil kemungkinan Laquinta harus mendekam di penjara untuk kasus jenis yang dihadapinya.

Sebagai informasi, 'Ndrangheta merupakan jaringan mafia kuat dalam satu dasawarsa terakhir di Italia Selatan. Aktivitas utama menyelundupkan kokain dan berbagai obat terlarang lainnya ke Eropa dari Afrika Selatan. 


Berita Terkait

Kolom