sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Dianggap jadi aset, Perbasi minta DPR bantu naturalisasi 3 atlet basket

Perbasi mendorong naturalisasi terhadap tiga atlet basket. Mereka memiliki postur di atas 195 cm.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Rabu, 14 Jul 2021 14:27 WIB
Dianggap jadi aset, Perbasi minta DPR bantu naturalisasi 3 atlet basket

Ketua Umum Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi), Danny Kosasih, mengatakan, tiga pemain asing yang diusulkan untuk dinaturalisasi menjadi aset besar bangsa ke depan. Karenanya, Komisi X DPR diharapkan membantu proses

Sesuai aturan hibah, seorang pemain bisa dikategorikan lokal apabila mereka memperoleh paspor di bawah usia 16 tahun. 

"Timnas dan Perbasi sudah melakukan review dan evaluasi terhadap kebutuhan pemain timnas ini. Yang tidak bisa dipungkiri adalah tambahan pemain naturalisasi yang tingginya berada di atas 195 cm, di mana keberadan mereka kami akan membantu tim kami," katanya dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR, Rabu (14/7).

Tiga calon pemain naturalisasi itu adalah Dame Diagne (194 cm) dan Serigne Modou Kane (198 cm), yang merupakan warga negara (WN) Senegal dan masih berusia 15 tahun, serta Marques Terrell Bolden (203 cm) asal Texas, Amerika Serikat, dan telah berusia di atas 16 tahun. Marques memiliki pengalaman berkompetisi di level NBA karena pernah memperkuat klub Cleveland Cavaliers.

"Setelah mereka (Diagne dan Kane) melakukan tes kemarin, mereka sudah bermain di level  IBL di Cisarua dan tidak bisa dipungkiri walaupun mereka masih berusia 15 tahun, dua pemain muda ini akan menjadi aset besar bagi Bangsa Indonesia," tuturnya.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian, meminta naturalisasi atlet asing jangan sampai mengecilkan perasaan hati atlet-atlet lokal yang ada. Dirinya berkeyakinan, masih banyak atlet-atlet nasional yang memiliki potensi dan kualitas baik.

Meski demikian, dia mengklaim, memahami niat dan tujuan permohonan pemberian naturalisasi kepada ketiga atlet tersebut, meningkatkan prestasi Indonesia di berbagai turnamen internasional, terutama pada ajang Viva Asia Cup 2021 dan Viva World Cup 2023. Apalagi, mereka masih muda dan prestasinya tidak diragukan lagi.

"Sekarang ini banyak atlet (lokal) yang kondisinya agak memprihatinkan karena tidak bisa bertanding dan terdampak ataupun terkena Covid-19. Jangan sampai naturalisasi atlet-atlet baru ini mengecilkan perasaan atau hati mereka. Tetap dibesarkan hati atlet-atlet lokal kita yang sudah bersusah payah untuk survive di masa covid-19, Perasaan psikologisnya tetap harus diperhatikan," paparnya..
 
"Kami tetap berharap, setiap kali ada proses naturalisasi, kita tetap berpesan agar tetap berupaya mencetak kontribusi yang tertinggi, signifikan dari atlet-atlet lokal juga," imbuhnya.

Sponsored

Mengenai regulasi, tambah Hetifah, Indonesia pernah memiliki kasus atlet naturalisasi yang terhalang regulasi dan tidak bisa bermain di kancah internasional untuk membela Indonesia. "Ini bisa menjadi catatan kita semua."

"Intinya, kita harus lebih teliti untuk menyikapi regulasi dari federasi olahraga internasional, khususnya di tengah kondisi ketidakpastian masa pandemi Covid-19 saat ini," tandasnya.

Berita Lainnya