sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Saatnya mengakhiri rekor buruk

Timnas U-23 Indonesia belum pernah mencatatkan kemenangan dari tim-tim kawasan Asia Barat atau Timur Tengah.

Hermansah
Hermansah Jumat, 24 Agst 2018 10:48 WIB
Saatnya mengakhiri rekor buruk
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 275213
Dirawat 61813
Meninggal 10386
Sembuh 203014

Di bawah asuhan pelatih asal Spanyol Luis Milla, Timnas U-23 Indonesia belum pernah mencatatkan kemenangan dari tim-tim kawasan Asia Barat atau Timur Tengah.

Pada November 2017, skuat Timnas U-23 Indonesia ditaklukkan Suriah dengan skor 2-3 dalam laga uji coba.

Kemudian, akhir April 2018, Timnas U-23 kalah dari Bahrain dengan skor 0-1 di pertandingan turnamen PSSI Anniversary Cup 2018. Terakhir, di Asian Games 2018, Timnas U-23 Indonesia dikalahkan Palestina dengan skor 1-2 di Grup A.

Tim-tim ini menjadi semacam momok, apalagi timnas senior Indonesia pun hampir selalu tidak pernah menang jika bertemu dengan perwakilan negara-negara Asia Barat.

Pada laga 16 besar sepak bola putra Asian Games 2018 di hari Jumat (24/8), Timnas U-23 Indonesia kembali harus berhadapan dengan lawan dari Asia Barat, kali ini Uni Emirat Arab (UEA).

Pertandingan yang digelar di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi, Jawa Barat, mulai pukul 16.00 WIB ini diperkirakan berat bagi kedua tim, UEA tetap diunggulkan karena memiliki postur yang lebih tinggi dari Indonesia. Hal ini pun sudah diantisipasi oleh Timnas U-23 Indonesia.

"Di dalam latihan kami sudah mengantisipasi kelebihan UEA. Mereka tim yang bagus dan memiliki pemain dengan postur yang tinggi," ujar asisten pelatih Timnas U-23 Indonesia Bima Sakti.

UEA memang mempunyai keuntungan jika bermain dengan umpan-umpan lambung yang tinggi.

Sponsored

Oleh karena itu, Indonesia akan sebisa mungkin mencegat pergerakan UEA dari sisi sayap yang berpotensi membahayakan pertahanan. "Pemain sayap kanan mereka bagus sekali. Namun kami mewaspadai seluruh pemain mereka," kata Bima.

Sejatinya, Timnas U-23 UEA bukanlah tim yang "bagus-bagus amat" di Asian Games 2018. Dari tiga laga di Grup C, mereka mencatatkan dua kali kekalahan yakni dari Suriah dan China, serta satu kemenangan yakni dari Timor Leste.

Pertahanan mereka juga tak terlalu istimewa dengan kebobolan empat gol dari tiga laga dan membuat lima gol. UEA sendiri menduduki peringkat ketiga klasemen Grup C dan lolos ke perdelapan final Asian Games 2018 melalui regulasi pemain U-23.

Catatan UEA itu lebih buruk dari Indonesia yang dalam empat laga di Grup A, keluar sebagai juara grup. Hanya sekali takluk yakni, dari Palestina dan sisanya dilewati dengan kemenangan. Indonesia pun membuat 11 gol dan hanya kemasukan tiga gol.

Jadi sebenarnya tidak perlu takut terhadap kiprah UEA. Indonesia memiliki keunggulan berupa kecepatan para pemain seperti Febri Hariyadi serta Irfan Jaya. Kemampuan teknis beberapa individu juga lebih baik, misalkan saja, Stefano Lilipaly.

Namun, ada satu hal yang harus diperhatikan oleh Luis Milla dalam laga kontra UAE yakni taktik dan strategi pelatih lawan.

UEA dilatih oleh pelatih berpengalaman yaitu Magiet Skorza. Pria kelahiran Polandia tersebut sudah memulai jejak kepelatihannya pada 2003 atau empat tahun sebelum Luis Milla memulai kiprahnya sebagai juru taktik di Liga Spanyol sabagai asisten pelatih Getafe.

Dengan demikian, adu taktik dapat menjadi sajian utama pertandingan timnas U-23 Indonesia.

Namun sekali lagi, Indonesia sangat berpeluang untuk memenangkan laga dan lolos ke perempat final. Caranya tentu saja dengan percaya kepada diri sendiri dan memaksimalkan kelebihan setiap pemain.

Faktor lain yang bisa membantu Indonesia membungkus kemenangan yaitu dukungan dari puluhan ribu suporter yang ada di stadion.

Timnas U-23 Indonesia berpotensi besar mencatatkan kemenangan perdananya atas timnas U-23 dari kawasan Asia Barat yang kali ini diwakili UEA. Semoga hal itu bisa terwujud.
 

 

Sumber: Antara

Berita Lainnya
×
img