logo alinea.id logo alinea.id

Timnas U-22 diminta pertahankan prestasi pada SEA Games 2019

Prestasi Timnas U-22 mendapat apresiasi dari sejumlah pihak.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Selasa, 26 Feb 2019 22:00 WIB
Timnas U-22 diminta pertahankan prestasi pada SEA Games 2019

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) meminta tim sepak bola Indonesia U-22 untuk mempertahankan prestasi yang diraih dalam Piala AFF U-22 2019. Timnas diharapkan dapat mengulang sukses pada gelaran SEA Games 2019 yang akan berlangsung di Filipina pada November-Desember mendatang.

"Kami berharap timnas U-22 mempertahankan prestasi itu dalam SEA Games yang akan datang," kata Ketua Umum KOI Erick Thohir, Selasa (26/2).

Harapan ini disampaikan Erick setelah Tim Garuda Muda meraih hasil gemilang di Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. Tim asuhan Indra Sjafri meraih gelar juara setelah menundukkan Thailand 2-1 pada laga final di Stadion Nasional, Phnom Penh, Kamboja, Selasa malam. 

Menurut dia, ini merupakan salah satu prestasi terbaik sepak bola nasional. Sebab sejak laga penyisihan, timnas tidak pernah terkalahkan. 

"Sepak bola Indonesia maju. Kami dari KOI sangat bangga atas prestasi tim sepak bola Indonesia U-22 dalam kejuaraan Piala AFF 2019 setelah mengalahkan Thailand pada laga final," katanya. 

Apresiasi serupa disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Di akun Twitter resminya, Imam menyebut prestasi ini sebagai kemenangan yang luar biasa. 

"Kemenangan ini begitu luar biasa, perjuangan detik demi detik yang tak kenal lelah hingga akhir pertandingan. Sani Rizki Fauzi, Osvaldo Haay, terimakasih untuk golnya. Tim Garuda Muda kalian juara. Indonesia Bangga!! Alhamdulillah," tulisnya.

Sponsored
— Imam Nahrawi (@imam_nahrawi) February 26, 2019

Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto memuji tangan dingin Indra Sjafri atas penampilan bernas timnas. Terlebih di tanah air, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tengah dilanda kasus pengaturan skor. 

"Pelatih Indra Sjafri mampu membimbing para pemain Timnas U-22 agar tidak terpengaruh dengan kondisi di Tanah Air. Kami berharap para pemain tim sepak bola, baik tim U-16, tim U-19, ataupun tim U-22 agar terus berprestasi hingga mereka menjadi para pemain senior atau elit. Prestasi para pemain senior seringkali antiklimaks setelah lepas dari tim-tim usia di bawahnya. Kondisi itu harus menjadi kajian oleh PSSI," katanya. 

Sesaat sebelum prosesi penyerahan trofi juara di Stadion Nasional, Phnom Penh, Kamboja, Indra tak banyak bicara. Ia memilih bergabung dengan para pemain, staf pelatih, serta ofisial Timnas U-22, untuk menjalani prosesi penyerahan piala.

"Saya selalu memberikan kesejukan di tengah kepahitan," kata Indra.

Tak jelas ke mana arah komentar mantan pelatih Bali United itu. Namun di Indonesia, kasus pengaturan skor yang menyeret sejumlah orang PSSI, termasuk Pelaksana tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono, membuat dunia kulit bundar tanah air berada dalam kondisi yang pahit. (Ant)