logo alinea.id logo alinea.id

Akomodasi KPU dan kubu Jokowi, MK mundurkan jadwal sidang

KPU dan Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf mengaku kesulitan menyusun sanggahan terhadap berkas gugatan Prabowo-Sandi terbaru.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Jumat, 14 Jun 2019 18:26 WIB
Akomodasi KPU dan kubu Jokowi, MK mundurkan jadwal sidang

Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan mengabulkan permohonan KPU dan Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf yang meminta toleransi waktu untuk menyiapkan jawaban menyanggah gugatan hasil Pilpres 2019 yang diajukan Prabowo-Sandi. 

Ketua MK Anwar Usman menegaskan bakal mengundur jadwal sidang demi mengakomodasi KPU dan kubu Jokowi-Ma'ruf. "Permohonan termohon dikabulkan sebagian. Artinya tidak perlu hari Senin tapi hari Selasa," kata Anwar di ruang sidang MK, Jakarta Pusat, Jumat (14/6). 

Sebelumnya, sidang lanjutan direncanakan bakal digelar di MK, Senin (17/6). Namun, Ketua KPU Arief Budiman yang mengaku bakal kesulitan menghadirkan seluruh komisioner KPU seluruh provinsi untuk membantah tuduhan Prabowo-Sandi soal kecurangan di Situng KPU.

"Jadi, kalau hanya diberi waktu hanya Sabtu (dan) Minggu, ya, kami agak kesulitan, Yang Mulia. Kemarin saja kita sempat membawa beberapa komisioner sekabupaten/kota itu agak sulit karena susah tiket pesawat. Apalagi, ini (dari) 35 provinsi," kata Arief.  

Hal senada juga diungkapkan Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf. Tim yang dipimpin Yusril Ihza Mahendra itu mengaku bakal kesulitan menyiapkan jawaban untuk menyanggah argumentasi hukum kubu Prabowo-Sandi pascaperbaikan permohonan pada 10 Juni lalu. 

Usai bermusyawarah dengan 8 hakim MK lainnya, hakim MK Suhartoyo meminta agar pihak termohon dan terkait untuk menyampaikan pendapatnya mengenai substansi permohonan terbaru yang dipaparkan Tim Hukum Prabowo-Sandi di sidang pendahuluan. 

Lebih jauh, ia pun meminta KPU dan kubu Jokowi-Ma'ruf tak mempersoalkan substansi gugatan terbaru yang diajukan Prabowo-Sandi. "Dan untuk perbaikan dari pihak pemohon biarkan itu menjadi urusan majelis hakim untuk menilai. Nanti, akan dibacakan dalam putusan nanti  apakah perbaikan itu diterima atau tidak," ujar Suhartoyo. 

Pihak termohon dan pihak terkait pun diminta oleh majelis hakim MK untuk melengkapi berkas tanggapan selambat-lambatnya pada Selasa (18/6) pagi. "Jadi, sebelum jam 09.00 pagi sebelum persidangan," kata dia. 

Sponsored