logo alinea.id logo alinea.id

Andi Arief polisikan PSI dan Komisioner KPU 

Keduanya dilaporkan ke Bareskrim atas dugaan pencemaran nama baik.

Ayu mumpuni Rabu, 09 Jan 2019 19:29 WIB
Andi Arief polisikan PSI dan Komisioner KPU 

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief melaporkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi ke Bareskrim Polri. Laporan tersebut dilayangkan Andi Arief melalui kuasa hukumnya, Haida Quartina.

Menurut Haida, keduanya dilaporkan karena diduga mencemarkan nama baik Andi. Pencemaran nama baik itu, kata Haida, berpengaruh terhadap kondisi keluarga Andi secara psikologis. 

"Pak Andi Arief memberikan kuasa, tapi ini permintaan keluarga besarnya terutama istri dan anak-anaknya. Karena anak-anaknya sendiri pun sudah mulai enggak ke sekolah. Secara psikologis sudah mulai terganggu karena sudah (anaknya) mulai remaja ya, sudah SMP," ujar Haida di Bareskrim Polri, Rabu (9/1).

Dijelaskan Haida, pencemaran nama baik diduga dilakukan PSI dan Ubaid terkait dengan tuduhan Andi Arief sebagai penyebar hoaks tujuh kontainer berisikan surat suara yang telah tercoblos. Pelaporan PSI berkaitan dengan Kebohongan Award yang diberikan kepada Andi.

Sedangkan Ubaid dipolisikan karena mengklaim cuitan Andi Arief di Twitter didesain dan menyebut Andi turut menyebarkan hoaks.

"Jadi, kalau ini dibiarkan jadi bola liar yang kami khawatirkan menuju pesta demokrasi. Jadi kami berharap ini ditindaklanjuti secepatnya," katanya.

Laporan itu terdaftar dengan nomor polisi LP/B/0036/I/2019/BARESKRIM tertanggal 9 Januari 2019 dan LP/B/0039/I/2019/BARESKRIM tertanggal 9 Januari 2019 itu.  Keduanya disangkakan dengan pasal 27 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, UU Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Pemilu, pasal 491 UU Nomor 7 Tahun 2017, UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP, pasal 310, KUHP Jo pasal 157 ayat (1) KUHP.

Dalam laporan tersebut, Haida membawa sejumlah barang bukti semisal rekaman video Kebohongan Award yang digelar PSI dan berita elektronik pernyataan Ubaid.

Sponsored

"Semua barang bukti sudah kami siapkan. Sekarang kami minta Polri untuk profesional menangani kasus kami ini," tegasnya.