logo alinea.id logo alinea.id

Bawaslu rapat pleno bahas paparan visi Jokowi di tivi

Rapat pleno bawaslu membahas pelanggaran dalam pemaparan visi yang dilakukan Jokowi.

Mona Tobing Senin, 14 Jan 2019 13:33 WIB
Bawaslu rapat pleno bahas paparan visi Jokowi di tivi

Badan Pengawas Pemilu RI (Bawaslu) menggelar Rapat Pleno pada hari ini membahas pelanggaran yang dilakukan calon presiden (Capres) 2019 Joko Widodo (Jokowi). Pemaparan visi oleh Presiden Joko Widodo di sejumlah stasiun televisi swasta pada Minggu (13/1) malam mendahului jadwal kampanye yang ditetapkan.  

Komisioner Bawaslu RI Fritz Edward Siregar mengatakan rapat pleno yang dimulai pukul 10.00 WIB membahas apakah terdapat pelanggaran dalam pemaparan visi yang dilakukan Jokowi di televisi. Sebab, jadwal kampanye capres-cawapres di media massa, termasuk didalamnya televisi, baru diperbolehkan pada tanggal 24 Maret 2019 sampai 13 April 2019.

Sebelumnya Jokowi memaparkan visi bidang infrastruktur di sejumlah televisi swasta, dalam kapasitasnya sebagai Presiden RI.

Dalam acara bertajuk "Visi Presiden, Visi & Misi Presiden 5 Tahun Kedepan" itu, Jokowi menyatakan sejumlah hal terkait infrastruktur. 

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengatakan, pembangunan dan integrasi infrastruktur transportasi, di antaranya jaringan jalan tol dan bandara, akan mendorong ekonomi di daerah-daerah. Ia mencontohkan misalnya pembangunan jalan tol akan diintegrasikan dengan pelabuhan. 

"Lalu dengan kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, kita integrasikan jalan tol ini dengan kawasan wisata. Sehingga kawasan-kawasan yang terlewati jalan tol ini ikut berkembang," kata Presiden. 

Menurut Presiden, perkembangan perekonomian jangan hanya dibangun di kota-kota besar, melainkan juga di daerah-daerah. Transportasi yang semakin baik, maka kawasan industri akan terdorong untuk tumbuh serta memberikan lapangan kerja bagi daerah-daerah.

Ia menyebutkan terdapat beberapa contoh kawasan industri yang akan dibangun dekat jalan tol, yakni di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, seluas 200 Hektar, serta kawasan industri di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, seluas 400 Hektar.

Sponsored

Selain itu, kawasan wisata juga dapat menjadi titik ekonomi baru yang tumbuh dengan terbangunnya jalan tol atau bandara.

"Juga yang berkaitan dengan pelabuhan. Pelabuhan tadi kalau terintegrasi dengan kawasan wisata juga sama, orang bisa datang ke pulau itu yang memiliki pantai wisata bagus, sehingga wisatawan gampang datang ke kawasan wisata di negara kita," ujar Jokowi.

Ia bersyukur dapat membangun infrastruktur secara merata di Tanah Air, dan berharap upaya itu menjadi lompatan besar bagi Indonesia untuk maju menjadi bangsa yang lebih baik.

Selain itu, dia juga mengungkap pemerintah akan melanjutkan pembangunan SDM pada 2019 sebagai pondasi meningkatkan daya saing bangsa dan berkompetisi di tingkat global. (Ant)