logo alinea.id logo alinea.id

Bawaslu: Sah-sah saja klaim kemenangan hitung cepat

Pada kondisi saat ini, peran elite politik sangat penting untuk menjadi pemenang bagi pendukung dan simpatisan.

Armidis
Armidis Rabu, 17 Apr 2019 18:21 WIB
Bawaslu: Sah-sah saja klaim kemenangan hitung cepat

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia Ratna Dewi Pettalolo mengingatkan elite politik agar membuat pernyataan menyejukkan. Sebab tahapan pemilu belum selesai tetapi sedang berjalan.

Menurut Dewi, dalam suasana sekarang peran elite politik sangat penting untuk menjadi pemenang bagi pendukung dan simpatisan.

Bagi peserta pemilu, sah-sah saja mengklaim kemangan dari perhitungan cepat yang dilakukan lembaga survei. Namun begitu, dia mengimbau agar klaim kemenangan tidak membuat ketegangan dan memprovokasi pendukung. 

"Pihak parpol pasangan calon sebagai peserta menjadi pihak yang kita harapkan menjaga pelaksanaan yang kondusif," kata Dewi di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (17/4).

Apalagi, sambung Dewi, proses tahapan pemilu belum selesai. Dasar untuk menentukan kemenangan adalah hasil rekapitulasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

Soal ada indikasi kecurangan, Dewi menganjurkan agar menempuh jalur yang konstitusional yang tersedia bagi peserta pemilu.

Dalam undang-undang kepemiluan, kata Dewi, mekanisme penyelesaian sengketa maupun dugaan pelanggaran disediakan bagi peserta pemilu. Langkah itu lebih baik konstitusional dibanding klaim kemenangan yang berpotensi memicu konflik horizontal.

"Kita harapkan memberikan kesejukan baik dalam pernyataan, komentar terhadap proses yang sedang berjalan. Ini kan ujungnya rekap KPU. Kita semua punya kewajiban mengawal, jangan samai diciderai proses ini sehingga merugikan kita semua," ujar Dewi.

Sponsored

Dewi menambahkan, pihak Bawaslu sebagai penyelenggara akan tetap profesional untuk mengawasi proses pemilu. Intinya, semua tahapan proses pemilu dijalankan secara profesional oleh penyelenggara pemilu termasuk Bawaslu.