logo alinea.id logo alinea.id

Buah Jokowi-Ma’ruf, PDIP dan PKB merajai Jateng

Selain karena faktor Jokowi sebagai presiden, sosok cawapres Ma'ruf Amin juga mampu menggugah kekuatan kultural.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Minggu, 12 Mei 2019 10:40 WIB
Buah Jokowi-Ma’ruf, PDIP dan PKB merajai Jateng

Proses penghitungan suara melalui Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) sampai pada Minggu, (12/5) di Provinsi Jawa Tengah sudah mencapai 87,6%. Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, menang telak atas paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Pasangan Jokowi-Ma’ruf memperoleh 77,37% atau 14.758.778 suara. Sedangan Prabowo-Sandi meraup 22,63% atau 4.316.213 suara. Kemenangan Jokowi-Ma’ruf ini memiliki dampak terhadap perolehan suara untuk partai-partai politik pendukungnya. 

Partai Demokasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) adalah dua parpol yang paling diuntungkan. Sebab, dua partai itu mendapat suara paling banyak, sehingga mengantarkan kadernya menduduki kursi anggota parlemen.

Menurut Ketua Harian DPD I Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah, H.M. Iqbal Wibisono, kemenangan PDIP dan PKB dalam Pemilu Anggota DPR RI di Jawa Tengah tak lepas dari pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Pak Jokowi sebagai petugas partai PDIP, menurut Ibu Megawati (Ketua Umum DPP PDIP), benar-benar mampu menjadi daya tarik, bahkan magnit bagi pemilih, baik di kalangan manula maupun kaum milenial di Jateng," kata Iqbal Wibisono di Semarang, Minggu (12/5).

Selain karena faktor Jokowi sebagai presiden, sosok cawapres Ma'ruf Amin juga mampu menggugah kekuatan kultural. Bahkan, kata Iqbal, sampai pelosok pedesaan sehingga sangat terasa sekali bahwa di Jawa Tengah perpaduan dua sosok nasionalis dan religius sangatlah tepat. Hal ini menguntungkan bagi peserta pemilu yang mendukung paslon nomor urut 01.

Ketika menanggapi beredarnya 77 nama calon anggota DPR terpilih pada Pemilu 2019 di daerah pemilihan Jateng, Iqbal menyarankan mereka yang namanya tercantum dalam daftar tersebut sebaiknya menunggu keputusan rapat pleno KPU RI.

"Lolos atau tidaknya 26 calon anggota DPR RI asal PDIP, 13 caleg PKB, dan 11 caleg Partai Golkar, serta caleg dari parpol peserta pemilu lainnya masih menunggu penetapan mereka sebagai calon terpilih melalui rapat pleno KPU," kata Iqbal.

Sponsored

Ia memperkirakan PDIP dan PKB tetap merajai di Jateng. Hal ini menunjukkan efek ekor jas capres Jokowi sangat berpengaruh terhadap kedua partai pemenang itu, meskipun dua partai tersebut terasa lebih dahsyat berkonsolidasi dengan berbagai kekuatan struktural dan kultural.

"Hal inilah yang perlu dipahami bahwa ke depan partai politik apa pun ideologinya dan kekuatannya harus mampu menampil kadernya sebagai calon presiden maupun wakil presiden," ujarnya.

Bagi partai yang belum beruntung, Iqbal memandang perlu kerja keras dan harus berani menawarkan program-program yang mampu menghipnotis masyarakat, termasuk kaum milenial. Selain itu, harus berani menampilkan kader partai terbaik sebagai calon presiden dan calon wakil presiden yang diyakini akan menjadi harapan rakyat pemilih.

“Tidak ada kata terlambat bagi partai politik untuk menjadi besar dan hebat manakala partai tersebut mampu mempersiapkan kadernya dengan baik secara profesional dan proporsional,” ujarnya. (Ant)