logo alinea.id logo alinea.id

Cegah infiltrasi kelompok teroris jelang sidang MK, Polri kerahkan Densus 88

Tim gegana pun diterjunkan untuk menyisir area sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Jumat, 14 Jun 2019 13:56 WIB
Cegah infiltrasi kelompok teroris jelang sidang MK, Polri kerahkan Densus 88

Polri menggelar sejumlah langkah antisipasi untuk meminimalisasi potensi penyusupan kelompok teroris dalam aksi unjuk rasa di sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, langkah antisipasi digelar karena sejumlah terduga teroris yang ditangkap mengaku merencanakan aksi amaliah di Jakarta.

Salah satu upaya kepolisian ialah memperkuat pengawasan sel-sel tidur (sleeping cell) oleh Densus 88 Antiteror. Selain itu, Dedi mengatakan, Densus 88 Antiteror juga akan melancarkan preventive strike untuk memitigasi kelompok teror yang ada.

"Kelompok di Palangkaraya dan Bekasi yang telah kami amankan memang menyatakan akan melakukan amaliah di Jakarta, tapi tidak spesifik mengarah ke MK. Namun, kita tetap lakukan mitigasi sesuai UU 5 tahun 2018 (Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme)," ujar Dedi di Jakarta, Jumat (14/6).

Sponsored

Tak hanya kepolisian, menurut Dedi, aparat intelijen juga terus menggelar deteksi dini dan peringatan. Kepolisian juga telah menurunkan tim gegana untuk menyisir area sekitar Gedung MK jelang sidang pendahuluan hari ini. 

"Sebelum kegiatan sidang PHPU di MK, tim gegana juga melakukan sterilisasi dan disposal apabila menemukan benda-benda yang mencurigakan," ucap Dedi.

Dalam aksi unjuk rasa yang berujung rusuh pada 21 dan 22 Mei, kepolisian menemukan indikasi sejumlah kelompok teror dan kelompok radikal yang mencoba menunggangi para peserta aksi. Sebelum kerusuhan, Densus bahkan telah menangkap sejumlah anggota kelompok teroris yang berencana beraksi pada aksi 22 Mei.