logo alinea.id logo alinea.id

Dana kampanye jumbo partai politik baru

Laporan dari KPU, total sumbangan Perindro mencapai Rp82,63 miliar.

Robi Ardianto Rakhmad Hidayatulloh Permana
Robi Ardianto | Rakhmad Hidayatulloh Permana Selasa, 08 Jan 2019 10:33 WIB
Dana kampanye jumbo partai politik baru

Pekan lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan laporan penerimaan sumbangan dana kampanye atau LPSDK. Dari antara partai-partai politik pendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (Capres dan Cawapres), rupanya sumbangan sejumlah partai baru terbilang besar bahkan secara nominal mengalahkan partai politik lama. 

Dari dua puluh partai politik (parpol) yang ada, lima partai politik baru yakni: Partai Garuda, Partai Berkarya, Partai Perindro, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) melaporkan sumbangan kampanyenya. 

Dari kelima parpol baru, Perindo tercatat yang paling banyak menyumbang dana kampanye. Laporan dari KPU, total sumbangan Perindro mencapai Rp82,63 miliar dan menjadi pemimpin sumbangan dengan sumbangan terbesar. 

Kedua setelah Perindro adalah PSI dengan LPSDK mencapai Rp21,33 miliar. Ketiga, Partai Garuda dengan LPSDK Rp2,18 miliar. 

Keempat, PKPI dengan LPSDK Rp1,19 miliar. Sumbangan parpol paling kecil adalah Partai Berkarya sebesar Rp2,82 juta. 

Di atas kertas, finansial yang semakin kuat, maka dapat memberi peluang pemenangan kandidat. Pasalnya, dukungan finansial dapat memenuhi kebutuhan kampanye, peserta pemilu pun dapat melakukan kampanye dengan lebih intens dan masif. 

Bisa dikatakan, dana kampanye menjadi salah satu faktor penentu kemenangan salah satu pasangan calon. Sehingga tidak bisa diabaikan, dana kampanye sebagai penyokong.

Ketua DPP Perindo Arya Sinulingga memastikan kalau kader dan simpatisannya gotong royong menyumbang dana kampanye. Kata Arya, untuk menggerakkan simpatisan menyumbangkan dana, maka partai bergerak langsung ke akar ranting. 

Sponsored

Walhasil, dana yang dihimpun partai besutan Hary Tanoesoedibjo tersebut gemuk. Lewat dana yang besar, Arya optimistis partai milik taipan media tersebut lolos masuk parlemen. Berkaca pada pengalaman, begitu kata Arya. Sebagai partai baru dengan sumbangan jumbo, Perindro menyebut kans untuk berada di parlemen besar.

"Kami optimistis Perindo bisa lolos Parlemen. Sebab kami dulu yang memegang Badan Pemenangan Pemilunya (Bapilunya) Hanura. Hanura bisa meraih suara 5,8% dari sebelumnya 1%," terang Arya. 

Andalkan crowdfunding

PSI menjadi partai baru kedua dengan jumlah sumbangan besar. Sekjen PSI Raja Juli Antoni 
merinci sumbangan yang didapat oleh partainya selain berasal calon legistatif, juga berasal dari masyarakat dengan model crowdfunding

Antoni menjelaskan kalau partainya yang menggagas Kartu Solidaritas Anti Korupsi & Anti Intoleransi atau Kartu Sakti yang berasal dari anggota partai dan berbayar, sehingga membuat pundi-pundi sumbangan partai menjadi gemuk. 


PSI mengandalkan Kartu Sakti untuk mendapatkan dana kampanye./Facebook.

Ditanya soal sumbangan yang berasal dari start up atau venture capital, Antoni membantahnya. Kata Antoni, sumbangan mengandalkan caleg atau kader PSI secara personal. 

Di sisi lain, sumbangan Partai Berkarya sebesar Rp2,82 juta dibantah Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso. Kata Priyo, nilai tersebut tidak masuk akal. 

"Saya akan cek kembali ke bendahara. Tidak mungkin partai kami hanya sumbang Rp2 juta. Itu tidak masuk akal," tukas Priyo. 

Memang dana kampanye bukanlah faktor tunggal yang dapat memenangkan peserta pemilu atau caleg dalam kompetisi pemilu. Hanya saja, dana kampanye menjadi sangat krusial ketika dikaitkan dengan keterpilihan. Sebab dalam sistem demokrasi, calon yang ingin mempromosikan dirinya caranya dengan berkampanye.