logo alinea.id logo alinea.id

Debat jadi penentu peluang menang Prabowo-Sandi

Grafik elektabilitas Prabowo-Sandi di papan survei pelbagai lembaga cenderung stagnan.

Rakhmad Hidayatulloh Permana
Rakhmad Hidayatulloh Permana Jumat, 11 Jan 2019 17:35 WIB
Debat jadi penentu peluang menang Prabowo-Sandi

Pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) harus tampil maksimal di debat perdana yang bakal digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada 17 Januari mendatang. Demi menjaga peluang memenangi Pilpres 2019 tetap terbuka, Prabowo-Sandi perlu memastikan berjaya di ajang debat. 

"Debat capres-cawapres akan menjadi panggung penting dalam mengemukakan program yang memberikan harapan kepada pemilih dan akhirnya menjatuhkan pilihan akhir," kata CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali saat memaparkan hasil survei lembaganya di Jakarta, Jumat (11/1). 

Alvara menggelar survei pada periode 11-24 Desember 2018 dengan melibatkan 1.200 responden. Dalam survei kali ini, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf mencapai 54,3% sedangkan Prabowo-Sandiaga mengantongi 35,1%. Pada survei serupa yang digelar sebelumnya, pasangan Jokowi-Ma'ruf juga unggul dengan raupan elektabilitas di atas 50%. 

"Elektabilitas kedua pasangan tidak mengalami perubahan signifikan. Keduanya naik tipis. Jika dibandingkan dengan survei-survei sebelumnya, naik turunnya selisih elektabilitas kedua pasangan cenderung tidak berubah," ujar Hasanuddin. 

Survei Alvara menemukan masih ada sebanyak 10,6% responden yang mengaku belum menentukan pilihan. Di sisi lain, lebih dari 60% yang sudah memantapkan pilihan menyatakan tidak akan mengubah pilihannya pada saat pencoblosan nanti. 

Hasil tak jauh berbeda juga direkam sejumlah lembaga survei lainnya. Di papan survei Indikator Politik Indonesia misalnya, pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul dengan 54,9% sedangkan Prabowo-Sandiaga 34,8%. Senada, Survei LSI Denny JA mencatat elektabilitas Jokowi-Ma'ruf mencapai 54,2% sedangkan Prabowo-Sandiaga 30,6%. 

Meskipun kerap unggul di papan survei pelbagai lembaga, pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno mengatakan pasangan Jokowi-Ma'ruf belum aman. 

Berkaca dari Pilgub DKI 2017, menurut Adi, akselerasi pergerakan elektabilitas kedua paslon di papan survei masih mungkin terjadi. Salah satu syaratnya pasangan Prabowo-Sandi harus berjaya di rentetan debat yang digelar KPU. 

Sponsored

"Ingat lho! Anies Baswedan di Pilgub Jakarta itu tidak pernah diperhitungkan. Nama dia naik setelah debat pertama. Bahkan, Ahok di debat terakhir itu kebalap karena persepsi positif tentang Anies," ujar Adi kepada Alinea.id.

Lebih jauh, Adi mengatakan, masyarakat juga kian rasional dalam menentukan pilihan. Karena itu, ia meyakini, pilihan publik masih bisa berubah setelah menyaksikan debat. 

"Ada kecenderungan masyarakat kita itu, di atas 50 persen, suka penyampaian visi misi program dengan penyampaian kampanye yang positif," tandasnya. (Ant)