logo alinea.id logo alinea.id

Debat kedua pilpres, berikut serangan dan jualan capres

Alinea.id merangkum kemungkinan serangan terkait tema debat oleh masing-masing calon presiden.

Debat kedua pilpres, berikut serangan dan jualan capres

Dalam hitungan jam, debat pemilihan presiden putaran kedua akan berlangsung. Tema besar debat kali ini adalah ekonomi yang turunannya membahas pangan, sumberdaya alam dan lingkungan, infrastruktur dan energi. 

Tanpa kisi-kisi debat yang diberikan Komisi Pemilihan Umum (KPU), debat diharapkan menguak ide baru, gagasan konkret dan solusi atas permasalahan yang dihadapi bangsa selama ini dari masing-masing calon presiden.

Nah, pada debat kali ini, Alinea.id coba merangkum kemungkinan tema serangan penantang ke petahanan. Serta jualan dari petahana sepanjang debat berlangsung.  

1. Pangan 
Calon presiden (capres) nomor urut 02 diprediksi akan mengkritik habis lawannya, Joko Widodo (Jokowi) terkait ekspor dan impor. Seperti diketahui Prabowo dalam beberapa kesempatan kerap kali mengkritik Jokowi yang tidak berhasil mewujudkan swasembada pangan dan mendahulukan impor ketimbang menyelesaikan masalah distribusi pangan. 

Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abra Talattof memprediksi, impor pangan seperti: beras, gula dan garam pada era Jokowi jumlahnya cukup besar. Hal ini kontradiktif saat Jokowi maju sebagai Presiden tahun 2014. Kata Ibra, isu pangan yang sangat empuk untuk menyerang petahana.  

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto menambahkan besarnya realisasi impor beras yang mencapai 2,25 juta ton dengan nilai US$1,03 miliar pada sepanjang tahun 2018 tentu akan menjadi pertanyaan dari Prabowo. 

"Dalam konteks pangan, jangan lupa juga bicara soal kesejahteraan petani. Apakah petani makin sejahtera atau tidak," ujar Eko kepada Alinea.id

Sementara itu, Ekonom Indef Rusli Abdullah memprediksi masalah pangan menjadi sasaran bagi paslon 02 untuk menyerang paslon 01. Harga pangan akan menjadi pertanyaan Prabowo karena kegagalan Jokowi menurunkan harga daging di bawah Rp 100.000 per kilogram (kg) yang saat ini bertengger masih di atas Rp 100.000 per kg. 

Ekonom Universitas Indonesia Faisal Basri mengaku pesimis akan berjalannya debat nanti malam. Sebab, keduanya dinilai tidak memiliki gagasan baru dalam menyelesaikan masalah di keseluruhan tema. 

Faisal memperkirakan Jokowi dalam debat kedua akan lebih fokus bertahan. Petahana akan banyak menyampaikan capaian-capaiannya saat memerintah selama ini. Kalaupun ada perbaikan kebijakan, Faisal menilai hal tersebut tidak signifikan. 

Sedangkan Prabowo diprediksi hanya akan banyak mengkritik kegagalan Jokowi selama memerintah. Artinya, paslon 02 hanya melihat celah-celahnya tanpa ada pemikiran baru.

"Kalau Prabowo cerdik, mereka akan pakai data pangan yang menunjukkan impornya waktu panen raya. Waktu paceklik impornya tidak ada," pungkasnya.