sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Demi rekonsiliasi, ucapan selamat dari Prabowo masih dinanti

Prabowo malah menyebut bakal mencari jalur hukum lain untuk menggugat kemenangan Jokowi-Ma'ruf.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Jumat, 28 Jun 2019 17:30 WIB
Demi rekonsiliasi, ucapan selamat dari Prabowo masih dinanti

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan menyesalkan sikap Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang sama sekali tidak mengucapkan selamat atas terpilihnya Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden periode 2020-2024. Menurut Bara, Prabowo melanggar tradisi demokrasi. 

"Sebagai suatu tradisi yang sangat lumrah di suatu demokrasi, di mana pun pihak yang kalah itu langsung cepat memberikan selamat kepada pihak yang menang. Mengajak untuk bertemu, untuk rekonsiliasi, menghilangkan berbagai perbedaan dan permusuhan selama kampanye," ujar Bara di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (28/6). 

Lebih jauh, Bara juga menilai pernyataan Prabowo yang menyebut akan mencoba mencari celah hukum baru untuk menggugat hasil Pilpres 2019 tak konsisten dengan pernyataan-pernyaan mantan Danjen Kopassus itu sebelumnya. 

"Kalau Pak Prabowo (itu) konsisten, sikapnya menerima, maka seharusnya dia tidak mengatakan, dia akan mencoba untuk melihat kemungkinan adanya jalan lain," ujarnya.

Menurut Bara, seharusnya Prabowo dan elite-elite politik kubu Prabowo-Sandi memberikan teladan kepada publik. Apalagi, kubu Prabowo-Sandi telah diberikan kesempatan untuk membuktikan dugaan-dugaan kecurangan yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) di sidang MK. 

"Setiap dalil yang diajukan oleh Prabowo dipatahkan oleh hakim konstitusi. Tidak ada satu pun hakim yang memberikan disenting opinion. Jadi, ini suatu pelajaran yang berharga dari kita bahwa elit ini harus berhati-hati," tuturnya. 

Sebelumnya, juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Tb Ace Hasan Syadzily juga mempertanyakan sikap Prabowo yang masih ingin 'memperjuangkan' kasusnya lewat jalur-jalur hukum yang lain. Padahal, putusan MK final dan mengikat. 

Seharusnya, lanjut Ace, Prabowo-Sandi legawa dan mengucapkan selamat kepada Jokowi-Ma'ruf sebagai calon presiden dan wakil presiden terpilih. Dengan begitu, proses rekonsiliasi bisa direalisasikan lebih cepat. 

Sponsored

"Idealnya, Prabowo-Sandi sudah seharusnya mengakui kemenangan Jokowi-Kiai Ma’ruf dan mengucapkan selamat atas kemenangan ini. Tunjukan kepada rakyat Indonesia tentang kebesaran jiwa dengan mengakui kemenangan Pak Jokowi," kata Ace. (Ant)