sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Elektabilitas PPP terus melorot pasca-OTT Romy

Mengantongi elektabilitas kurang dari 3%, PPP diprediksi sulit melompati ambang batas parlemen.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Jumat, 05 Apr 2019 18:54 WIB
Elektabilitas PPP terus melorot pasca-OTT Romy

Elektabilitas Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terus melorot. Hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan  partai berlambang kakbah itu hanya mengantongi elektabilitas sebesar 2,9%. 

Menurut peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar, elektabilitas PPP tergerus karena para pemilihnya digaet partai-partai berbasis Islam lainnya, semisal Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). 

"Jadi PPP itu hanya sekarang hanya didukung oleh pemilih loyal. PPP yang dulu dikenal sebagai partai Islam satu-satunya ini mengalami perpecahan menjadi banyak partai. Itu membuat pendukunganya juga pecah ke partai lain," ujar dia kepada Alinea.id di kantornya di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (5/4). 

Survei LSI digelar pada periode pada 18-26 Maret 2019 dengan melibatkan 1.200 responden dari 34 provinsi. Meskipun pada periode survei LSI peristiwa operasi tangkap tangan (OTT) terhadap mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy mewarnai pemberitaan media, Rully menilai, OTT Romy tak signifikan memengaruhi grafik elektabilitas PPP. 

Terlebih, menurut Rully, ketokohan Romy tak sekuat ketua umum-ketua umum parpol lainnya. "Romy adalah salah satu ketua umum yang belum punya tingkat keterkenalan yang baik. Jadi, masyarakat tak begitu menaruh perhatian khusus terhadap penangkapan itu. Survei kami tak merekam itu," kata dia. 

Dengan elektabilitas kurang dari 3%, PPP digolongkan ke dalam partai yang rawan tak lolos ambang batas parlemen 4%. Selain LSI Denny JA, lembaga survei Charta Politika juga menggolongkan PPP sebagai partai yang gagal melompati ambang batas parlemen. 

Di papan survei Charta Politika, PPP hanya mengantongi elektabilitas sebesar 2,4%. Penurunan elektabilitas juga terekam dari dua survei Charta sebelumnya. Menurut Direktur Riset Charta Politika Muslimin, penangkapan terhadap Romy turut menggerus elektabilitas partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) itu.

"Karena kami survei dari 18 sampai 25 itu ka lagi hangat-hangatnya Ketua Umum PPP Romy itu kena OTT. Jadi, pemberitaan itu memang banyak dipenuhi tentang OTT Romy. Meski kita tidak tanya langsung, tapi  kalau kita lihat dari survei, memang OTT Romy yang menurunkan angka elektabilitas PPP," katanya.

Sponsored

Namun demikian, Muslimin mengatakan, PPP bukannya tanpa harapan. Pasalnya, elektabilitas PPP masih di rentang margin of error. "Dengan margin of eror 2,19% sebenarnya PPP masih bisa naik bisa sampai 4%. Itu masih bisa lolos," katanya. 

Menanggapi elektabilitas PPP yang turun disetiap survei, Wakil Ketua Umum PPP Arwani Thomafi masih optimistis PPP bakal lolos ambang batas parlemen. Namun, ia enggan merinci strategi apa yang dijalankan untuk mendongkrak elektabilitas. "PPP bakal lolos parliamentary threshold 4%," katanya.  

Berita Lainnya