logo alinea.id logo alinea.id

Hasil tes baca Alquran: tidak ada rekomendasi paslon

Hasil dari tes baca Alquran akan dipublikasikan ke masyarakat Aceh. Namun Dai Aceh tidak akan merekomendasikan pasangan kepada masyarakat.

Ayu mumpuni Senin, 14 Jan 2019 16:37 WIB
Hasil tes baca Alquran: tidak ada rekomendasi paslon

Giliran posko pemenangan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf yang disambangi Ikatan Dai Aceh. Ikatan Dai Aceh kembali menanyakan respons atas surat permohonan tes baca Alquran untuk calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 01.   

Maksud tujuan Ikatan Dai Aceh menyambangi kantor pasangan calon (paslon) Jokowi-Ma'ruf terkait belum adanya balasan dari surat permohonan tes baca Alquran. 

Ketua Dai Aceh, Tengku Marsyuddin Ishak mengatakan pihaknya akan menunggu sampai akhir bulan Januari ini untuk menunggu jawaban dari kedua paslon. Tes baca Alquran yang sebelumnya dijadwalkan pada 15 Januari esok akan disesuaikan dengan jadwal kedua paslon.

“Selanjutnya terkait tempat dan waktu seperti yang sudah kami beritahu sebelumhya, akan kami sesuaikan dengan jadwal capres-cawapres,” ujarnya di Posko Cemara, Senin (14/1).

Tengku membeberkan materi tes baca Alquran itu nantinya terdiri dari pembacaan surat Al Fatihah dan sejumlah surat pendek di jus ke-30. Kendati demikian ia menyatakan tidak menutup kemungkinan adanya surat lain yang akan diujikan oleh para ulama dan tokoh agama setempat.

“Materi yang akan kita uji di Aceh Al Fatihah dan surat pendek. Namun kami masih membuka peluang surat lain dari beberapa tokoh dan ulama yang akan kami diskusikan,” katanya.

Apapun hasil dari tes tersebut, semua akan dipublikasi ke masyarakat Aceh. Dai Aceh tidak akan memberikan rekomendasi ataupun kritisi karena hal itu diserahkan pada persepsi masyarakat.

Sementara itu, Lukman Edy mengklaim kalau Jokowi-Ma’ruf siap menjalani tes Alquran. Ia menyatakan TKN sedang mempersiapkan surat jawaban secara resmi untuk menyatakan hal tersebut.

Sponsored

“Hari ini akan kami kirimkan secara tertulis dari TKN dengan isi dan substansi, kami siap dan bersedia tes baca Alquran yang digagas ikatan Dai Aceh sebagai bentuk keinginan masyarakat Aceh,” pukasnya.

Lukman menambahkan, kalau kesanggupan itu sebagai apresiasi atas kearifan masyarakat di Aceh terhadap calon para pemimpin. Aplagi tes tersebut bukanlah yang pertama kali dilakukan.

Tes baca Alquran telah menjadi polemik politik antara perlu atau tidak dilakukan. Sejumlah tokoh seperti: Amien Rais, Lily Chodidjah Wahid, Guru Besar Fisip Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit dan Ketua PP Muhammadiyah Hajriyanto Y Thohari menilai tes tersebut tidak perlu dilakukan. Mereka menilai tes baca Alqurna tidak relevan dengan proses pemilihan presiden.