sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Hoaks PKI dan tenaga kerja asing paling rutin dibicarakan

Kedua hoaks tersebut setiap bulan dibicarakan para warganet di media sosial.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Jumat, 29 Mar 2019 16:31 WIB
Hoaks PKI dan tenaga kerja asing paling rutin dibicarakan

Direktur Komunikasi Indonesia Indicator Rustika Dewi Herlambang mengatakan adanya dua kategori berita bohong atau hoaks yang paling masif dan rutin dibicarakan selama proses pemilihan presiden (pilpres) berlangsung, yakni isu mengenai Partai Komunis Indonesia (PKI) dan tenaga kerja asing (TKA).
 
"Ada hoaks yang beredar dan dibicarakan setiap bulan di media sosial, yaitu PKI dengan jumlah pembicaraan terkait 100.000 dan TKA dengan jumlah 25.000 per bulannya," ujar Rustika dalam sebuah diskusi di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (29/3).

Selain kedua hoaks tersebut, menurut Rustika, ada 5 hoaks lainnya yang beredar dengan sangat masif di media sosial, yakni terkait Ratna Sarumpaet dengan jumlah pembicaraan mencapai 327.000, isu tujuh kontainer (89.954), isu #savepulpen (53.477), ear piece (24.356), dan tiga emak-emak penyebar hoaks di Karawang (13.777). Namun, kelima isu itu tidak rutin dibicarakan sebagaimana isu PKI dan TKA. 

Menurut kajian Indonesia Indicator, hoaks mulai ramai beredar di jagat maya sejak 2016 hingga 2017. Penyebaran hoaks kian pesat pada 2018 dan meningkat tajam jelang Pemilu 2019. "Ada hoaks yang sengaja dibuat secara masif dimunculkan dan ada hoaks yang sengaja dimunculkan hanya untuk menimbulkan keresahan sesaat saja," ujar Rustika.

Pada kesempatan yang sama, staf ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Henri Subiakto mengungkapkan hoaks adalah senjata paling murah dan mudah dalam kontestasi politik. 

Sponsored

"Susah kalau memisahkan hoaks dengan politik. Bahkan, ada (kandidat) di negara lain yang menang (pemilu) karena memanfaatkan hoaks untuk mendapatkan kekuasaan," ujar dia. 

Berita Lainnya