logo alinea.id logo alinea.id

Janggalnya hasil survei internal Prabowo-Sandi 

Para petinggi BPN Prabowo-Sandi kerap mengumbar angka elektabilitas yang berbeda.

Christian D Simbolon
Christian D Simbolon Selasa, 12 Mar 2019 15:27 WIB
Janggalnya hasil survei internal Prabowo-Sandi 

Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo mengaku kubunya sedang 'bergembira'. Pasalnya, sejumlah hasil survei internal yang digelar BPN menggandeng sejumlah lembaga menunjukkan grafik elektabilitas pasangan Prabowo-Sandi terus naik. 

Bahkan, Hashim mengklaim, ada hasil survei internal yang menunjukkan bahwa elektabilitas pasangan jagoannya itu sudah melampaui pasangan petahana. 

"Ada justru yang melebihi, melampaui. Ini kan kita pakai beberapa survei. Saya kira cukup bagus," kata Hashim kepada wartawan di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Senin (12/3).  

Namun demikian, Hashim tidak mau mengungkap seberapa besar elektabilitas Prabowo-Sandi di survei internalnya itu. "Saya kira menggembirakan lah," ujar Hashim. 

Pada kesempatan itu, anggota Tim Advokasi BPN Prabowo-Sandi, Habiburokhman turun tangan meladeni pertanyaan pewarta soal hasil survei internal. "Yang jelas di atas 51 (persen) sekian," ujarnya tanpa mau merinci lebih lanjut. 

Terpisah, juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade juga membeberkan angka elektabilitas pasangan jagoannya dari hasil survei internal. Menurut Andre, Prabowo-Sandi mengantongi 48% suara responden atau unggul 2% jika dibanding Jokowi-Ma'ruf. 

Andre mengklaim survei digelar usai debat kedua antara Prabowo dan Jokowi pada 17 Februari lalu dengan melibatkan 2.000 responden. "Itu 2.000 responden nasional. Itu sama dengan survei-survei yang lain," ujar dia. 

Sebelumnya, angka berbeda diungkap koordinator juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak. Menurut Dahnil, elektabilitas Prabowo-Sandi di survei internal sudah di kisaran 54%. Pasangan petahana hanya mampu mengantongi 40%. 

Sponsored

Hasil survei internal BPN itu terkesan janggal. Selain angka elektabilitas yang diungkap ke publik kerap tak seragam, hasil sigi BPN juga berbeda jauh dengan survei yang digelar sejumlah lembaga survei anggota Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi). 

Di survei terbaru Saiful Mujani Research Center (SMRC) misalnya, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf unggul di atas 20%. Dari survei terhadap 1.620 responden, SMRC merekam elektabilitas Jokowi-Ma'ruf mencapai 54,9% sedangkan Prabowo-Sandi hanya mengantongi 32,1%. Hasil survei SMRC itu tak jauh berbeda dengan hasil survei Populi Center, Cyrus Network dan LSI Denny JA. 

Giring opini

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily mengatakan kubu Prabowo sedang berupaya menggiring opini publik dengan mengembuskan isu keunggulan Prabowo-Sandi. 

"Tak mungkinlah dibuat tidak unggul. Tujuannya mereka kan mempengaruhi persepsi masyarakat. Itu hal yang normal saja," ujar Ace kepada wartawan di Jakarta, Selasa (12/3).

Menurut Ace, langkah BPN itu dilakukan sebagai respons atas hasil beberapa lembaga survei yang menyebut Jokowi-Ma'ruf unggul rata-rata 20% atas Prabowo-Sandi. 

"Dalam berbagai survei, hasil yang ada menunjukkan kebalikan dari survei BPN. Jadi, masyarakat bisa menilai, mau percaya yang mana," ujar dia. (Ant)

Intimidasi terhadap PPP dalam Pemilu 1977

Intimidasi terhadap PPP dalam Pemilu 1977

Senin, 25 Mar 2019 21:10 WIB
Kabar hoax yang meresahkan jelang Pemilu 1955

Kabar hoax yang meresahkan jelang Pemilu 1955

Senin, 25 Mar 2019 14:26 WIB
Friend Zone: Humor dan cinta sepasang sahabat

Friend Zone: Humor dan cinta sepasang sahabat

Sabtu, 23 Mar 2019 12:00 WIB