sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kampanye akbar cuma soal gengsi, bukan diinginkan rakyat

Rapat akbar atau kampanye terbuka pasangan calon tak akan memiliki efek signifikan terhadap elektoral paslon.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Selasa, 09 Apr 2019 22:15 WIB
Kampanye akbar cuma soal gengsi, bukan diinginkan rakyat
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 118753
Dirawat 37530
Meninggal 5521
Sembuh 75645

Kampanye akbar yang dilakukan oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden dinilai semata-mata hanya soal gengsi. Namun, ternyata itu bukanlah hal yang diinginkan oleh masyarakat. Karena itu, kegiatan kampanye akbar belum tentu menarik masyarakat untuk menentukan pilihannya. 

Direktur Ekstekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, mengatakan rapat akbar atau kampanye terbuka pasangan calon tak akan memiliki efek signifikan terhadap elektoral paslon. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan pihaknya, publik lebih menginginkan interaksi tatap muka terhadap pasangan calon ketimbang dikerahkan untuk menghadiri kampenye terbuka.

“Dari survei kami, sebanyak 36,7% menginginkan dialog tatap muka interaktif dengan kandidat. Sementara rapat akbar dengan pengerahan massa itu efektivitasnya hanya 13,9%,” kata Pangi dalam paparannya di Cikini, Jakarta pada Selasa, (9/4).

Pangi mengatakan, rapat akbar alias kampanye terbuka tak lebih dari soal gengsi antara masing-masing pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk menunjukan kekuatannya terhadap lawannya, sehingga seolah terlihat lebih garang.

"Jadi sebetulnya hanya soal mental bertarung saja. Kita lihat nanti kampanye Pak Jokowi di tanggal 13 April nanti, apakah akan lebih besar, karena itu show dan gengsi, manakah yang lebih bisa memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno," ucap Pangi. 

Ia pun mengatakan, kampanye terbuka justru hanya menimbulkan ilusi fatamorgana bagi pasangan calon, seakan-akan dirinya sudah menang dengan melihat banyaknya pendukung yang hadir. Padahal, para pendukung yang hadir itu hanya bagian kecil dari total konstituen.

Pangi pun menegaskan, banyaknya pendukung yang hadir di kampanye akbar tak bisa dijadikan parameter untuk menilai pihak mana yang lebih unggul.

"Karena itu hanya soal show efek saja. Jadi kampanye terbuka tidak terlalu efektif. Karena Pilgub dan Pilbup pun juga gak pakai," katanya.

Sponsored

Seperti diketahui, survei Voxpol ini dilakukan pada rentang waktu 18 hingga 1 April 2019. Survei menggunakan metode multistage random sampling yang melibatkan 1.600 responden pada tingkat kepercayaan sebesar 95%, dengan batas galat sebesar 2,45%.

Adapun pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno baru saja mengadakan kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta pada Minggu, 9 April 2019. Dalam kampanye tersebut, Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi mengklaim acara kampanye dihadiri oleh satu juta orang.

Sementara pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin baru akan menyelenggarakannya pada Sabtu, 13 April 2019.

Berita Lainnya